PPP Gowa Urung Buka Jalur Kader Parpol Lain Maju Pilkada 2020
Ketua DPC PPP Kabupaten Gowa, Nursyam Amin. [Foto: Tagar]

PPP Gowa Urung Buka Jalur Kader Parpol Lain Maju Pilkada 2020

Selasa, 8 Okt 2019 | 09:55 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pesta demokrasi di daerah akan berlangsung dalam 11 bulan ke depan. Partai politik (parpol) berlomba-lomba membuka ‘lowongan’ bagi siapapun yang ingin mencalonkan menjadi kepala daerah.

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Gowa justru mendukung penuh bagi kader internal yang ingin maju di Pilkada Gowa 2020.

Keseriusan itu membuktikan jika partai berlambang Ka’bah itu memunyai kader potensial yang bakal diposisikan sebagai calon bupati di Kabupaten Gowa. Oleh karenanya, DPC PPP Kabupaten Gowa belum mau membuka peluang bagi kader parpol lain yang ingin ‘melamar’ menjadi Bupati Gowa.

"Kami mengedepankan dan memperioritaskan kader. PPP Gowa mengarah ke sana (tidak membuka pendaftaran), tapi tetap menunggu dari rapat pimpinan harian cabang," kata Ketua DPC PPP Gowa, Nursyam Amin, seperti dikutip Tagar.id, Senin (7/10).

Beberapa nama kader yang disimulasikan akan diplot pada Pilkada Gowa 2020 sudah ekspose oleh DPC PPP Gowa. Mereka adalah Wakil Ketua DPP PPP Amir Uskara, Hj. Tenri Ajeng, Sahir Deng Pasang dan Muhammad Ramli Sidiq Deng Rewa.

PPP telah melakukan penjajakan koalisi meski sifatnya informal. Pada prinsipnya, lanjut Nursyam akan melakukan komunikasi dengan semua partai politik. Untuk memastikan bisa mendapatkan partai koalisi untuk memenuhu syarat usungan, PPP akan melakukan komunikasi secara formal dengan partai yang dianggap potensial.

"Dalam waktu dekat Insya Allah kami akan intensifkan melakukan komunikasi politik terkait penjajakan koalisi," pungkas Nursyam.

Untuk diketahui, PPP mengontrol delapan kursi di DPRD Kabupaten Gowa. Artinya, masih membutuhkan koalisi minimal satu kursi sebagai syarat mengusung pasangan calon dari ambang batas minimal 20 persen, atau setara sembilan kursi dari 45 kursi secara keseluruhan di DPRD Kabupaten Gowa.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...