Prabowo Bakal Jadi Menteri Pertahanan Jokowi?

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Prabowo Bakal Jadi Menteri Pertahanan Jokowi? Prabowo Subianto dan Joko Widodo (foto: Nasional Kompas)

Winnetnews.com - Santer kabar beredar bahwa Partai Gerindra akan merapat dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tidak hanya diisukan pindah haluan, Partai Gerindra juga diterpa isu lain yang tidak kalah menggemparkan. Bagaimana tidak, beredar kabar yang mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tengah mempertimbangkan tawaran Jokowi untuk mengisisi posisi menteri pertahanan di Kabinet Kerja Periode II.

“Saya agak heran saja kenapa kemudian berita seperti ini berdar. Sumbernya dari mana saya juga tidak tahu,” ungkap Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dikutp dari CNBC Indonesia, ketika ditanya mengenai kebenaran isu tersebut.

Sufmi mengaku jika dirinya tidak pernah mendengar kursi menhan yang ditawarkan kepada Prabowo. Ketika dimintai keterangan, Prabowo menuturkan kepada Sufmi bahwa dirinya tidak pernah ditawari atau bahkan menerima jabatan tersebut.

Sufmi Dasco Ahmad dan Prabowo Subianto (foto: DetikNews)

Selain membantah keterlibatan Prabowo sebagai menhan, Sufmi juga membantah kabar jika Gerindra memohon kepada Megawati untuk diberikan kursi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

“Tidak ada sama sekali kebenaran kami meminta kursi. Tidak pernah ada pembicaraan seperti itu,” kata Sufmi, dikutip dari Detik.com, Rabu (09/10).

“Saya tidak menahu apakah Pak Prabowo tertarik atau tidak. Karena kemarin waktu klarifikasi soal itu dia tidak bilang, hanya senyum-senyum begitu,” jelasnya.

Kabar simpang siur kursi menteri untuk Prabowo bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya kabar Gerindra meminta jatah tiga kursi menteri juga mencuat. Nama-nama menteri yang muncul untuk menduduki kursi menteri adalah Sandiaga Uno, Fadli Zon, dan Edhy Prabowo.

Ahmad Muzani dan Prabowo Subianto (foto: Merdeka)

Terkait isu santer tersebut, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani memberi penjelasan. “Begini, memang ada pembicaraan antara orang yang diminta Presiden berkomunikasi dengan kami untuk membicarakan perihal kemungkinan koalisi atau kemungkinan kami masuk ke dalam pemerintahan," tutur Muzani.

“Pak Prabowo berujar jika kekuatan Parpol Gerindra sebenarnya bersebelahan dengan Pak Jokowi atau menjadi kompetitor di masa lampau. Pak Prabowo kemudian berkata jika memang tawaran tersebut diiyakan, ini bisa diartikan sebagai panggilan dan tugas negara. Panggilan tersebut menurut beliau harus dimaknai sebagai cara kita untuk menyicil hutang kampanye lalu.” pungkas Muzani.

 

Apa Reaksi Kamu?