Prabowo Maklum Cina Masuk Natuna, Susi Pudjiastuti: Bedakan Sahabat dengan Maling Ikan!
Susi Pudjiastuti (foto: Bisnis Tempo)

Prabowo Maklum Cina Masuk Natuna, Susi Pudjiastuti: Bedakan Sahabat dengan Maling Ikan!

Senin, 6 Jan 2020 | 10:00 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan tanggapan soal sikap pemerintah yang dinilai ‘lembek’ dalam kasus pelanggaran Cina di laut Natuna. Aksi Cina mengambil ikan dianggap sebagai bentuk pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Menurut Susi, Indonesia tidak boleh memandang aksi mencuri ikan sebagai langkah persahabatan.

Susi menyoroti pernyataan Menteri Prabowo Subianto yang dianggap tidak tegas dalam menanggapi kalim Cina atas perairan Natuna. Cina bahkan sempat mengirimkan China Coast Guard untuk melindungi kapal-kapal pencuri ikan di Natuna.

Dalam sebuah kesempatan, Prabowo menyebut bahwa kasus Cina di perairan Natuna harus diselesaikan secara baik-baik. Pasalnya, Cina merupakan negara sahabat Indonesia.

Menanggapi pernyataan Prabowo, Susi lantas membuat cuitan yang diunggah dalam akun pribadinya, @susipudjiastuti, pada Sabtu (04/01).

Bedakan pencurian ikan dengan persahabatan antar negara,” kicau Susi di Twitter.

image0
Cuitan Susi Pudjiastuti di Twitter (foto: Twitter.com/susipudjiastuti)

Bagi Susi, persahabatan anar negara bagaimanapun juga tidak membenarkan aksi pencurian ikan. Menurutnya, hukum tetap harus ditegakkan meskipun pencurinya adalah negara sahabat sendiri.

"Persahabatan antar negara tidak boleh melindungi pelaku pencurian ikan & penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF). Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi Pelaku IUUF. Karena IUUF adalah crime/ kejahatan lintas negara," imbuhnya.

Dalam cuitan tersebut, Susi juga menunjukkan cuplikan video pidatonya. Dalam video berdurasi 45 detik tersebut, Susi menyebut jika investor asing yang ingin berbisnis ikan di Indonesia tak perlu sampai mencuri ikan.

Untuk dikethaui, Indonesia telah melemparkan nota protes kepada pemerintah Cina atas insiden masuknya kapal-kapal pencuri ikan di perairan Natuna. Aksi Cina ini dianggap melanggar ketentuan ZEE di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Protes ini juga disuarakan oleh puluhan nelayan, termasuk dua kapal penjaga pantai Cina memasuki wilayah Natuna belum lama ini. Sejumlah kemeterian bersama unsur TNI, Polri, serta Badan Keamanan Laut (Bakamla) telah melakukan serangkaian rapat koordinasi untuk membahas permasalahan ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...