Prabowo Sebut Lembaga Survei Tak Kredibel, Ini Tanggapan TGB

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Prabowo Sebut Lembaga Survei Tak Kredibel, Ini Tanggapan TGB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. (Foto: Merdeka.com/Arie Sunaryo)

Winnetnews.com - TGB atau Tuan Guru Bajang selaku Ketua Koordinator Bidang Keumatan DPP Golkar menilai semua lembaga survei yang bertanggung jawab dalam proses quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 memiliki kredibilitas.

"Saya pikir semua lembaga survei kredibel ya. Yang melakukan quick count itu kan sepakat bahwa pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang," ujar TGB saat ditemui wartawan di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (17/4).

Pria yang pernah menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat ini pun mengajak agar segenap elite politik turut menciptakan situasi kondusif dalam menyikapi hasil hitung cepat, yakni dengan tidak berlebihan.

TGB juga menyampaikan bahwa beberapa lembaga survei yang melakukan hitung cepat ini sebagian besar menunjukkan hasil yang tidak terlalu signifikan perbedaannya satu sama lain.

Oleh karena itu ia menganjurkan agar semua pihak untuk tidak berlebihan dalam bereaksi terhadap hitung cepat tersebut, baik pihak pasangan nomor urut 01 maupun 02.

"Mari kita sikapi dengan tidak berlebihan ya. Sebagaimana kita lihat tidak ada euforia apapun dari Pak Jokowi-Ma'ruf. Kita tidak ada euforia apapun, semua bersyukur melihat hasil itu," tandasnya, seperti dikutip dari Kompas (17/4).

Kendati demikian, TGB Zainul Majdi yakin hasil resmi rekapitulasi KPU tidak jauh berbeda dengan lembaga survei.

Seperti telah diketahui bersama, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut ada upaya provokasi dan penggiringan opini dari sejumlah lembaga survei yang menyiratkan dirinya dan pasangannya, Sandiaga Uno, kalah dari pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam hemat Prabowo Subianto, lembaga-lembaga survei tersebut bekerja untuk pihak tertentu untuk membuat dirinya tampak kalah dalam proses hitung cepat suara atau quick count.

"Saya tegaskan di sini, kepada rakyat Indonesia bahwa ada upaya dari lembaga-lembaga survei tertentu yang kita ketahui sudah bekerja untuk satu pihak untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah," katanya di Rumah Kertanegara, Rabu (17/4).

 

 

Apa Reaksi Kamu?