Prabowo soal UU Cipta Kerja: Kita Coba Dulu, Kalau Tidak Bagus Bawa ke MK
Foto: detikcom

Prabowo soal UU Cipta Kerja: Kita Coba Dulu, Kalau Tidak Bagus Bawa ke MK

Rabu, 14 Okt 2020 | 10:38 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto merespons ramainya penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Prabowo meminta masyarakat untuk lebih bersabar dan melihat pelaksanaan UU tersebut. 

Selain itu Prabowo juga mengatakan apabila nanti pelaksanaan  dari UU Cipta Kerja ini tidak baik, masyarakat dapat melakukan uji materi atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Cobalah kita sabar kita atasi dulu, kita coba, kalau UU (Cipta Kerja) ini tidak bagus, pelaksanaannya tidak baik, bawalah ke judicial review ke MK," kata Prabowo dalam wawancara khusus yang dirilis DPP Gerindra, Senin (12/10).

"Sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi. Jadi marilah kita berpikir dengan tenang, dengan sehat, dengan kekeluargaan," sambungnya.

Prabowo yang juga Menteri Pertahanan menjelaskan bahwa  dalam UU Cipta Kerja terdapat 11 klaster di antaranya ketenagakerjaan, penyederhanaan perizinan tanah, persyaratan investasi, kemudahan dan perlindungan UMKM, pengenaan sanksi, administrasi pemerintahan, kemudahan proyek pemerintah, dukungan riset dan inovasi hingga kawasan ekonomi khusus.

Dalam 11 klaster tersebut, jelas Prabowo disederhanakan guna mengangkat pertumbuhan ekonomi.

"Tanpa pertumbuhan tidak mungkin ada perbaikan kehidupan ekonomi, dan dengan demikian kehidupan buruh akan tambah parah. Jadi memang kita paham, saya paham kesulitan buruh," ujarnya.

Ia pun memastikan, permintaan serta tuntunan kelompok buruh terkait UU Cipta Kerja sudah terakomodir sebanyak 80 persen. Menurut Prabowo, tuntunan kelompok buruh tidak bisa diakomodir karena adanya politik negara dan kebutuhan lain.

"Ya kita tidak bisa 100 persen, namanya politik negara, kadang-kadang kita harus mengerti kita harus, kadang-kadang ada kebutuhan ini itu, ada keperluan, ya kan, kita butuh investasi dari mana-mana," ucapnya.

Pemerintah, kata Prabowo juga memahami kesulitan para butuh terlebih di masa pandemi Covid-19.

"Pesiden selalu membela rakyat kecil. stimulus semua maksudnya itu," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...