Prakiraan Bank Dunia: Ekonomi RI Tumbuh 5,3% Tahun Depan

Prakiraan Bank Dunia: Ekonomi RI Tumbuh 5,3% Tahun Depan

Kamis, 22 Okt 2015 | 11:40 | Rusmanto

WinNetNews.com - World Bank memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk tahun 2016 berada di angka 5,3%.

Namun, proyeksi ini disertai risiko seperti kemungkinan naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS), perlambatan di negara-negara mitra dagang seperti China, pelemahan di sektor swasta akibat depresiasi nilai tukar dan berkurangnya marjin keuntungan, serta kemarau akibat pola cuaca El Nino.

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves dalam acara Paparan Indonesia Economic Quarterly berjudul 'Di Tengah Volatilitas Dunia', di Energy Building, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Menurutnya, dampak El Nino berpotensi meningkatkan harga beras hingga 10% untuk tahun ini dan inflasi bisa mencapai setidaknya 0,3-0,6%.

"Rumah tangga miskin menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk makanan dan akan merasa dampak yang lebih besar dari naiknya harga-harga barang," katanya.

Sementara itu, menghadapi volatilitas dunia yang menghambat pertumbuhan, upaya pemerintah yang telah berjalan seperti pemberian stimulus, reformasi kebijakan, dan peningkatan kualitas belanja negara dapat membantu Indonesia tahun ke depan.

 

Pertumbuhan PDB bertahan di angka 4,7% pada triwulan II-2015 akibat pelemahan perdagangan global dan rendahnya harga komoditas serta melambatnya pertumbuhan investasi tetap maupun konsumsi domestik.

"Indonesia menghadapi kendala sama dengan negara tetangga, akibat upaya China menuju economic rebalancing dan persiapan normalisasi kebijakan moneter Amerika. Tapi pertumbuhan Indonesia tetap lebih baik dibandingkan negara pengekspor komoditas lain. Implementasi yang baik upaya reformasi ini bisa memperkuat kepercayaan investor," terang dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop mengatakan, upaya-upaya untuk membantu dunia usaha dan masyarakat serta reformasi regulasi untuk mengatasi birokrasi guna investasi dan ekspor, akan sangat membantu.

Demikian juga berbagai upaya reformasi lain yang akan memperkuat iklim investasi dan mendorong pertumbuhan.

"Perhatian juga dapat diberikan ke sektor manufaktur dan pariwisata yang selama ini kurang banyak digali. Ini dapat meningkatkan pendapatan dan mencegah defisit transaksi berjalan kembali meningkat begitu pertumbuhan menguat," jelas dia. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...