Praktisi Sebut Penegakkan Hukum Narkoba Satu Paket dengan Alkohol dan Rokok

Zaenal Arifin
Zaenal Arifin

Praktisi Sebut Penegakkan Hukum Narkoba Satu Paket dengan Alkohol dan Rokok
 Jakarta, Winnetnews.com - Praktisi kesehatan dan Ketua Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Dr Ari F Syam mengatakan, penegakan hukum narkoba perlu diperkuat dengan pengawasan terhadap peredaran alkohol dan rokok yang dinilai terkait erat.

"Bicara soal narkoba, memang tidak bisa dilepaskan dengan konsumsi alkohol dan rokok. Mestinya pengendalian ketiganya ini berlangsung satu paket," kata Ari F Syam dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Menurut Ari Syam, ketiga racun itu yaitu rokok, narkoba dan alkohol sama-sama membawa dampak buruk bagi kesehatan seseorang, karena dapat mengakibatkan kematian dan sama-sama bersifat adiksi yang merusak tubuh.

Secara medis, ujar dia, komplikasi akibat menggunakan kokain salah satu narkoba yang sering diselundupkan ke Indonesia bisa meliputi gangguan banyak organ.

Komplikasi yang terjadi bisa pada jantung, paru, ginjal, hati, saluran pencernaan, sistem syaraf baik otak maupun sistem syaraf lainnya.

Gangguan jantung yang bisa terjadi antara lain serangan jantung, gangguan irama jantung, kardiomiopati dan peradangan otot jantung.

Sedangkan Gangguan saluran pencernaan yang terjadi bisa berupa kebocoran saluran cerna, peradangan usus besar dan iskemia usus.

"Selain gangguan kesehatan yang terjadi secara perlahan-lahan sampai terjadi kematian, para pecandu bisa mengalami kematian mendadak akibat menggunakan narkoba ini. Selain ini para pencandu kokain ini juga bisa mengalami gangguan seksual dan mengalami gangguan jiwa," katanya.

Selain itu, ujar dia, jika dalam melakukan aktivitas penggunaan narkoba ini menggunakan jarum suntik secara bergantian maka mereka mempunyai risiko untuk tertularnya berbagai penyakit infeksi antara lain hapatitis B atau C atau virus HIV

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});