Prancis Mengamuk, Minta Negara-negara Muslim Setop Boikot Produknya

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Prancis Mengamuk, Minta Negara-negara Muslim Setop Boikot Produknya
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: detikcom)

Winnetnews.com -  Pemerintah Prancis lewat Kementerian Luar Negeri mereka membuat pernyataan yang dirilis pada Minggu (25/10/2020) bahwa dalam beberapa hari terakhir telah muncul seruan untuk memboikot produk yang berasal Prancis, terutama produk makanan. Seruan tersebut diketahui merupakan bentuk protes melawan negara tersebut atas penerbitan kartun satir Nabi Muhammad.

"Seruan boikot ini tidak berdasar dan harus segera dihentikan, serta semua serangan terhadap negara kita, yang didorong oleh minoritas radikal," kata pernyataan itu.

Seperti diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron sempat  mengatakan dalam sebuah tweet, "Kami tidak akan pernah menyerah" kepada radikal Islam. "Kami tidak menerima pidato kebencian dan mempertahankan debat yang masuk akal," tambah pemimpin Prancis itu.

Seruan untuk memboikot produk yang berasal dari Prancis telah muncul di negara-negara Arab, usai Presiden Emmanuel Macron mengkritik kaum Islamis dan bersumpah untuk tidak "melepaskan kartun" yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Pernyataan Macron tersebut awalnya merupakan  tanggapan atas pemenggalan kepala seorang guru, Samuel Paty, di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar Paris awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad selama kelas yang dia pimpin tentang kebebasan berbicara.

Bahkan diketahui, saat ini Persatuan Masyarakat Koperasi Konsumen non-pemerintah Kuwait sudah menarik beberapa produk Prancis sebagai bentuk protesnya. Dikutip dari Reuters, beberapa koperas telah membersihkan rak barang seperti produk rambut dan kecantikan yang dibuat oleh perusahaan Prancis.

"Semua produk Prancis telah dihapus dari semua Masyarakat Koperasi Konsumen," kata ketua serikat buruh Fahd Al-Kishti kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa langkah itu sebagai tanggapan atas "penghinaan berulang" terhadap Nabi dan telah diambil secara independen dari pemerintah Kuwait.

Seruan boikot produk-produk Prancis bahkan juga telah mencuat di media sosial. Di Arab Saudi, tagar yang menyerukan boikot pengecer supermarket Prancis Carrefour bahkan sempat menjadi trending. menjadi yang paling ngetren kedua pada Minggu.

 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...