Presdir Baru Freeport Harus Dapat Restu Dulu dari Pemerintah RI

Presdir Baru Freeport Harus Dapat Restu Dulu dari Pemerintah RI

Selasa, 19 Jan 2016 | 16:25 | kontributor
WinNetNews.com - Kementerian ESDM mengungkapkan, pemerintah Indonesia akan turut menentukan siapa Presiden Direktur PT Freeport Indonesia yang baru, pengganti Maroef Sjamsoeddin.

PT Freeport Indonesia harus melaporkan kepada pemerintah Indonesia siapa pengganti Maroef Sjamsoeddin, untuk meminta persetujuan.

"Nanti pergantian (Presdir Freeport) itu memerlukan persetujuan pemerintah, diganti siapa itu. Begitu dia ganti, perubahan direksi, dia lapor ke pemerintah, nanti pemerintah menyetujui," kata Dirjen ‎Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Aryono, saat ditemui detikFinance di kantornya, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Pemerintah Indonesia bisa menyetujui atau menolak Presdir baru yang ditunjuk oleh Freeport. "Bisa saja (ditolak), minta persetujuan kan bisa iya bisa tidak," ucapnya.

Sampai saat ini, Freeport belum melaporkan secara resmi kepada pemerintah terkait pengunduran diri Maroef Sjamsoeddin dari jabatannya sebagai Presdir PT Freeport Indonesia. "Belum, belum ada laporan," ujar Bambang.

Sebagai informasi, Maroef Sjamsoeddin mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia setelah sekitar setahun bekerja di perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu. Freeport McMoRan, perusahaan induk Freeport Indonesia, telah menerima pengunduran diri tersebut. Posisi Presdir sementara dijabat oleh Robert Schroder.

Untuk Presdir baru, saat ini pihak Freeport McMoRan tengah melakukan seleksi pencarian kandidat calonnya.

(Sumber DetikFinance)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...