Presiden Baru Korsel Temui Presiden China Bahas Provokasi Korut
korut ujicoba rudal balistik/photo: istimewa

Presiden Baru Korsel Temui Presiden China Bahas Provokasi Korut

Kamis, 11 Mei 2017 | 17:04 | Rusmanto

WinNetNews.com - Presiden baru Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in bertemu dengan Presiden China Xi Jinping hari ini. Kedua pemimpin tersebut membahas isu Korea Utara (Korut) dan sistem pertahanan.

Moon mengatakan bahwa Korut harus berhenti membuat provokasi, sebelum ketegangan terkait pengerahan sistem antirudal AS di Korsel bisa diselesaikan.

Moon yang baru dilantik menjadi presiden itu, berjanji akan meninjau ulang pengerahan sistem antirudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang ditentang oleh China tersebut. THAAD dikerahkan untuk pamer kekuatan dalam menghadapi provokasi yang terus dilakukan Korut.

"Presiden Moon mengatakan dirinya memahami kepentingan China dalam pengerahan THAAD dan kekhawatirannya, dan mengatakan dia berharap kedua negara bisa segera melakukan komunikasi untuk semakin memperbaiki pemahaman masing-masing," ujar juru bicara kantor kepresidenan Korsel, Yoon Young-chan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (11/5/2017).

Pemerintah China telah menentang keras pengerahan sistem antirudal canggih milik AS tersebut. Alasannya, itu bisa mengganggu keseimbangan keamanan regional dan tak banyak berguna untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan dari program nuklir dan rudal Korut.

"Presiden Moon mengatakan isu THAAD bisa diselesaikan ketika tak ada lagi provokasi lebih lanjut oleh Korut," imbuh Yoon.

Ini merupakan kontak langsung pertama antara Moon dengan Xi. Dalam pidato pertamanya sebagai presiden usai dilantik pada Rabu (10/5), Moon mengatakan dirinya akan segera memulai upaya untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea, dan bernegosiasi dengan Washington dan Beijing untuk meredakan ketegangan terkait pengerahan THAAD.

Bahkan Moon mengatakan, dirinya siap pergi ke Korut "jika kondisinya tepat".

AS dan Korsel memulai pengerahan sistem THAAD pada Maret lalu dan telah beroperasi sejak itu. Pemerintah China memandang pengerahan sistem THAAD tersebut sebagai ancaman bagi keamanannya. China pun menyerukan penarikan mundur sistem THAAD.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...