Skip to main content

Presiden Jokowi: Ada Kelompok yang Ingin Menggoyang Persatuan Indonesia

Presiden Jokowi saat pembukaan World Peace Forum yang ke-6
Presiden Jokowi saat pembukaan World Peace Forum yang ke-6

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Indonesia adalah bangsa dan negara yang terdiri dari ratusan suku bangsa, bermacam agama, negara yang kaya keanekaragaman. Namun, justru dalam keragaman tersebut Indonesia berhasil menemukan kemampuan untuk bersatu sebagai sebuah bangsa.

Jokowi juga mengemukanan memang ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia. Dengan aksi teror, seperti peristiwa bom Bali tahun 2002 dan juga bom di Thamrin Jakarta di awal 2016. Namun Presiden menegaskan, dengan semangat kesatuan dan semangat gotong royong, Indonesia telah berhasil mengatasi aksi-aksi teror tersebut.

Presiden menilai, aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia merupakan hasil dari ekstrimisme kekerasan yang juga menjadi penyebab aksi-aksi teror serupa yang terjadi di negara-negara yang lain.

Berdasarkan pengalaman bersama, ujar Presiden kepada peserta WPF, penyebab utama ekstrimisme kekerasan adalah ketidakadilan yang bersifat global. Karena itu untuk mengatasi isu global ini, untuk mengatasi ekstrimisme kekerasan, menurut Presiden, diperlukan aksi kolektif bersama untuk melawannya.

Presiden meyakini, bahwa World Peace Forum yang ke-6 ini, akan dapat menghadirkan dialog yang produktif dan memperkuat usaha bersama dalam menghadirkan kedamaian di negara masing-masing, dan tentunya perdamaian dunia.

“Di sini ada pemuka agama, ada pembuat kebijakan, ada pakar, ada politikus, ada aktivis dari berbagai belahan dunia. Anda semua adalah pembela perdamaian, anda semua adalah cahaya-cahaya moral kami, dan kami semua berhutang kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semuanya karena telah tanpa pamrih mempromosikan dan memperjuangkan perdamaian di dunia,” ujar Presiden.

Presiden berharap, kegigihan World Peace Forum dalam mempromosikan perdamaian di dunia dapat menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. “Untuk memperjuangkan perdamaian, untuk melawan intoleransi, melawan provokasi kekerasan. Untuk bisa mengatakan bahwa kami tidak takut terhadap ancaman dan aksi teror. Untuk memiliki keberanian, dan secara lantang mengatakan kami ingin perdamaian bukan kekerasan,” tutur Presiden.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top