Skip to main content

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Kereta Tanpa Masinis

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Kereta Tanpa Masinis
Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Kereta Tanpa Masinis

image0

Gambar kereta tanpa awak yang sudah banyak digunakan di negara-negara eropa (wingamers/flickr)

Jakarta, wingamers - Pembanguanan kereta tanpa masinis/ Light Rail Transit (LRT) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo Pagi ini (9/9). LRT yang akan dibangun dibagi menjadi dua tahap dengan total 83,6 kilometer. Masing-masing tahap terdiri dari 3 lintas pelayanan. Acara ini akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), jajaran menteri ekonomi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan beberapa direksi BUMN. Groundbreaking akan dilaksanakan di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada pukul 09.00 WIB.

Tahap I terdiri dari lintasan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas. Panjang lintasan di tahap I ini sekitar 42,1 km. yang terdiri dari 18 stasiun. Kemudian di Tahap II terdiri dari lintasan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol, dengan panjang lintasan sekitar 41,5 km. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ditunjuk sebagai pelaksana proyek pembangunan.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs liputan6, Pada LRT tersebut menampung 6 set kereta. "Daya angkut harian dengan konfigurasi 6 train set adalah 24.000 PPHD head way 2 menit saat peak," tulis laporan tersebut. Untuk kecepatan operasinya mencapai 60-80 km per jam dan kelistrikannya 1.500 V.

Direktur Utama ADHI Kiswodarmawan mengatakan, LRT merupakan moda transportasi yang ramah lingkungan. "LRT merupakan salah satu moda transportasi massal berbasis rel ramah lingkungan dan pembangunannya dilakukan secara evated di atas ruang milik jalan tol dan non tol. Hal tersebut memungkinkan pembebasan lahan seminimal mungkin," katanya.

Rencanya, pembangunan tahap I akan selesai pada tahun 2018. Sedangkan lintas pelayanan LRT tahap II akan dimulai pada kuartal akhir 2016 dan berakhir pada 2018. Untuk pembangunan tersebut, ADHI memanfaatkan penyertaan modal negara senilai Rp 1,4 triliun dan publik Rp 1,35 triliun. ADHI sendiri telah memperoleh persetujuan PMN berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang APBN 2015 serta telah memperoleh Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2015 dalam rangka merealisasikan rencana pembangunan transportasi massal LRT.

Dengan kehadiran LRT ini diharapkan dapat mengurai kemacetan kota DKI Jakarta. Semoga saja pembangunan LRT bisa berjalan dengan cepat dan tidak menimbulkan masalah kemacetan baru seperti pada kasus-kasus pembangunan sarana transportasi yang ada sebelumnya.

Hampir semua lintas pelayanan memiliki titik temu di Cawang. Di lokasi itu juga bakal dijadikan salah satu stasiun dari LRT. Untuk fase pertama, ditargetkan bakal mulai beroperasi pada tahun 2018.

Terkait tiket, pemerintah mencari cara agar bisa terjangkau. Termasuk dengan berkontribusi membangun prasarana dari kereta tanpa masinis ini. Tiket dari Cibubur hingga Dukuh Atas diharapkan bakal berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Pemerintah juga membuka peluang untuk memberikan Public Service Obilgation (PSO) agar tiket bisa lebih terjangkau.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top