Presiden Jokowi sebut saham BUMN bergabung di Holding tidak akan tergerus

Presiden Jokowi sebut saham BUMN bergabung di Holding tidak akan tergerus

Jumat, 12 Agt 2016 | 19:11 | Rike
WinNetNews.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegaskan, pembentukan holding badan usaha milik negara tak sama dengan privatisasi. Holding pun tidak akan menghilangkan status BUMN.

"Nantinya status portofolio saham masing-masing perusahan tidak akan tergerus," jelas Jokowi di Kator Presiden, Jakarta, Jumat 12 Agustus 2016.

Jokowi pun mengatakan, tujuan holding BUMN bukan sekadar mengurangi jatah penyertaan modal negara semata. Presiden ingin perusahaan negara dapat bersaing secara global.

"Kami ingin memperkuat BUMN sehingga bisa keluar kandang. Bisa jadi perusahaan kelas dunia," jelas Jokowi. Ia juga tegaskan BUMN harus bisa jadi penggerak ekonomi nasional yang kuat dan lincah.

Wacana pembentukan holding BUMN di enam sektor prioritas sebelumnya dimunculkan Menteri BUMN Rini Soemarno. Keenam sektor tersebut yaitu energi, infrastruktur jalan tol, pertambangan, perumahan, jasa keuangan, dan pangan.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...