Presiden Korsel Baru Ingin Kunjungi Pyongyang
Presiden Moon Jae-In/ photo: istimewa

Presiden Korsel Baru Ingin Kunjungi Pyongyang

Rabu, 10 Mei 2017 | 20:02 | Rusmanto

WinNetNews.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) terpilih, Moon Jae-In telah resmi dilantik. Sesaat usai dilantik, Moon mengutarakan keinginannya untuk mengunjungi ibu kota Pyongyang, Korea Utara (Korut), di tengah ketegangan yang melanda.

Moon (64) yang mantan pengacara HAM ini mendukung dialog dengan Korut untuk mencapai perdamaian. Pendekatan Moon ini kontras dengan retorika keras yang selama ini diucapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait nuklir Korut.

"Jika diperlukan, saya akan terbang ke Washington (AS) segera," ucap Moon dalam pidato pelantikannya di hadapan anggota parlemen Korsel, seperti dilansir AFP, Rabu (10/5/2017).

"Saya juga akan pergi ke Beijing (China) dan Tokyo (Jepang) dan bahkan Pyongyang (Korut) saat situasinya tepat," imbuhnya.

Moon diprediksi akan melewati jalur diplomatik yang sulit dalam pendekatannya dengan Korut. AS yang merupakan sekutunya menyatakan opsi militer masih terbuka untuk Korut. Pada saat bersamaan, Korsel juga bertikai dengan China terkait pengerahan sistem pertahanan rudal AS.

Usai upacara pelantikan yang berlangsung sederhana, Moon bergegas ke Blue House, istana kepresidenan, dengan menumpangi limosin kepresidenan. Selama perjalanan, dia menyempatkan diri melambai pada para pendukungnya yang menunggu di pinggir jalan. Moon yang berkacamata ini terlihat tenang dan tidak ekspresif. Para pengkritik menyebutnya tidak tegas dan tidak menginspirasi.

"Saya menyukai upacara pelantikan yang tidak diwarnai kemewahan dan gayanya yang membumi. Dia terlihat seperti presiden rakyat yang sebenarnya," ucap Lee Jeong-Mi, salah satu warga Korsel saat menyaksikan Moon melintas di jalanan.

Dalam pidato pelantikannya, Moon menyatakan dirinya membangun masyarakat yang memberikan 'kesempatan yang setara, proses yang adil dan hasil yang adil'. Dia berjanji akan tetap 'bersih' selama menjabat. Pernyataan yang merujuk pada terseretnya presiden sebelumnya, Park Geun-Hye, dalam skandal korupsi yang besar.

"Saya akan mengambil jabatan ini dengan tangan kosong dan saya akan pensiun dengan tangan kosong," tegasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...