Skip to main content

Presiden Malawi Turun Tangan Langsung Atasi 'Vampir Pengisap Darah'

Foto:Istimewa
Foto:Istimewa

WinNetNews.com- Beberapa waktu lalu negara Malawi sempat dihebohkan dengan isu Vampir penghisap darah. Dikutip dari berbagai sumber yang ada, Presiden Malawi, Peter Mutharika menyampaikan janjinya kepada dunia internasional untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, pasca-beredarnya isu vampir yang memicu keresahan warga.

Pemberitaan mengenai manusia pengisap darah di Malawi yang terdengar sejak September 2017. Isu itu semakin sering muncul, ditambah dengan kebiasaan warga setempat yang masih percaya ilmu gaib dan takhayul.

Karena isu vampir ini akhirnya memaksa otoritas Malawi untuk memberlakukan jam malam.

Pemerintah setempat pun membatasi jam keluar warganya yang tinggal di Malawi bagian selatan. Jam keluar dibatasi selama 10 jam setiap harinya. Mulai dari pukul 07.00 sampai 17.00 waktu setempat.

Kawasan yang terkena isu peredaran vampir ini meliputi Mulanje, Thyoli, Chiradzulu dan Phalombe. "Saya sudah memerintahkan staf untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan intensif agar masalah ini dapat terselesaikan," kata Presiden Mutharika.

Bahkan kedutaan Amerika Serikat untuk sementara memulangkan relawan Peace Corps dari distrik sekitar Mulanje. Otoritas AS pun sudah menyarankan warganya untuk tidak mengunjungi distrik yang terkena dampak isu tersebut.

Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan sudah menarik stafnya dari dua distrik di wilayah Malawi Selatan. Penarikan staf tersebut karena dampak isu vampir pengisap darah tersebut.

Koresponden untuk PBB Florence Rolle mengatakan, beberapa staf PBB sudah ditarik, sementara yang lain masih berada di distrik lain. Laporan UNDSS lain mengatakan, rumor vampir tampaknya berasal dari negara tetangga Mozambik.

Meskipun tidak jelas apa motif dan dari mana isu beredar, pihak UNDSS tetap menarik stafnya sampai kondisi di Malawi bagian selatan kembali normal.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top