Skip to main content

Presiden Minta Mendagri Lakukan Diskresi Terhadap Bupati Nofiadi

Presiden Minta Mendagri Lakukan Diskresi Terhadap Bupati Nofiadi
Presiden Minta Mendagri Lakukan Diskresi Terhadap Bupati Nofiadi

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian serius atas tertangkapnya Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi oleh Badan Narkotika Nasional. Pada Senin sore atau sehari setelah Bupati Nofiadi tertangkap karena mengkonsumsi sabu, Presiden Jokowi langsung menelepon Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Baca juga: Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Diamankan BNN

Presiden memerintahkan Menteri Tjahjo untuk melalukan diskresi (kebebasan mengambil keputusan) dalam kasus Nofiadi yang baru saja dilantik 27 Februari.

"Bapak Presiden menaruh perhatian serius, kemarin sore telepon ke saya, (agar) dicek kebenarannya, ada diskresi Mendagri yang harus dilakukan," kata Tjahjo kepada wartawan di sela menghadiri Rakornas Bina Pemerintahan Desa di Hotel SwissBell, Jl Kartini Raya No 57 Mangga Besar, Jakarta Barat, Selasa (15/3/2016).

Setelah mendapat perintah dari Presiden tersebut, hari ini Mendagri Tjahjo langsung meminta Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto untuk berkoordinasi dengan BNN.

Mendagri Tjahjo ingin meminta kejelasan status dari Bupati Nofiadi untuk menentukan langkah apakah akan menonaktifkan bupati yang baru menjabat satu bulan itu atau tidak. "Kami sudah meminta biro hukum kami Pak Sigit untuk segera koordinasi dengan BNN. Kami minta satu data hasil tes urine bagaimana, apa ditahan atau tidak, sebagai dasar bahwa segera akan saya nonaktifkan," kata dia.

Tjahjo berharap mudah-mudahan hari ini surat penonaktifan Bupati Nofiadi bisa ditandatangani. "Hari ini mudah-mudahan (surat penonaktifan) sudah saya teken," kata mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu.

Ketentuan pemberhentian kepala daerah karena diduga melakukan perbuatan tercela tercantum dalam pasal 78 ayat 2 huruf f Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

disadur dari situs detik-news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top