Pria Ini Bikin Status di Facebook, Ditangkap Aparat, Lalu Minta Dimaafkan
Aparat tengah kumpulkan barang bukti di lokasi pengeboman Kampung Melayu/Dokumentasi Mabes Polri

Pria Ini Bikin Status di Facebook, Ditangkap Aparat, Lalu Minta Dimaafkan

Selasa, 30 Mei 2017 | 05:59 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews - Seorang lelaki berinisial ARP (37) ditangkap dengan dugaan penyebaran informasi sesat yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, ras dan antargolongan (SARA). Sebabnya, ARP bukan berempati atas ledakan oleh teroris di Kampung Melayu pada Rabu (24/05/2017), tapi malah memperkeruh suasana. Ia menyebut di akun FB-nya, aksi bom bunuh diri yang menewaskan 3 anggota Polri dan melukai sejumlah warga sipil itu adalah rekayasa polisi.

"Iya betul, yang bersangkutan sudah ditangkap. Besok akan dirilis oleh Humas Mabes Polri," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Fadil Imran kepada wartawan, Selasa (30/05/2017).

ARP ditangkap di rumahnya di Jl Sutan Syahrir, Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, Sumatera Barat, pada Minggu (28/05/2017) sore. ARP ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

"(Bom di Kampung Melayu-red) Ini rekayasa bom bunuh diri. Sebentar lagi framing pemberitaan media akan mengarah pada satu topik bahwa pelakunya Islam radikal," tulis ARP di akun Facebook-nya saat itu.

Sehari setelah peledakan teroris di Kampung Melayu, ISIS mengakui bahwa teror itu dilakukan oleh anggotanya. Melalui perwakilan kantor beritanya, Ammaq, seperti dikutip dari Reuters, ISIS telah mengakui pengeboman itu merupakan bagian dari aksi teror mereka.

Usai aparat menahannya, ARP mengaku menyesal telah memposting informasi sesat yang menyebut peristiwa bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur sebagai satu rekayasa. ARP pun menyampaikan permohonan maafnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan publik.

"Kami dari kuasa hukum diminta menyampaikan surat terbuka permintaan maaf pada bapak Kapolri dan masyarakat Indonesia yang sudah tersakiti akibat status FB-nya yang viral di dunia maya terkait bom Kampung Melayu dan peristiwa lainnya," ungkap M Ihsan selaku kuasa hukum ARP.

Ihsan melanjutkan, istri ARP memintanya untuk mendampinginya setelah suaminya dijemput polisi dari rumahnya di Padang Panjang.

"Istri ARP menceritakan bahwa dia saat ini sedang hamil 5 bulan dan punya 2 anak perempuan usia 5 tahun dan 3 tahun," lanjut Ihsan.

image0

Berikut suratnya:

Kepada Yth.

Bapak Kapolri

di

Tempat

Saya yang bertanda gangan di bawah ini:

Nama: Ahmad Rifa'i

Jenis Kelamin: Laki-laki

Tempat Tanggal Lahir: Rao, 19 Agustus 1980

Agama: Islam

Pekerjaan: Karyawan Swasta

Kewarganegaraan: Indonesia

Alamat: Jl Sutan Syahrir No 36 RT 06/07 Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan dan kekhilafan yang saya lakukan dengan pernyataan saya di Facebook yang telah merugikan dan mencemarkan nama baik Bapak dan pihak-pihak lain yang saya sebut dalam Facebook tersebut.

Istri saya saat ini sedang hamil 5 bulan dan anak saya usia 5 tahun dan 3 tahun sangat membutuhkan kehadiran saya dan saya tidak dapat membayangkan nasib mereka selama saya ditahan, semua terjadi karena kesalahan dan kekeliruan saya. Sekali lagi saya mohon dengan setulus-tulusnya agar Bapak dapat memaafkan saya.

Jika Bapak memaafkan dan mengijinkan saya pulang ke rumah, saya siap membuat perjanjian dan memenuhi segala persyaratan yang Bapak ajukan dan sesuai kemampuan saya.

Atas kemurahan hati Bapak saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 29 Mei 2017

Ahmad Rifai

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...