Pria Ini Bunuh Diri, Setelah Gagal Beli Smartphone untuk Putrinya
Ilustrasi. Foto: Millenium Post

Pria Ini Bunuh Diri, Setelah Gagal Beli Smartphone untuk Putrinya

Rabu, 8 Jul 2020 | 11:15 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Orang tua tentunya akan mengusahakan apapun untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Di tengah situasi pandemi virus corona seperti saat ini, proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan di sekolah, sekarang harus dipindahkan ke rumah masing-masing siswa dan belajar secara online.

Keterbatasan yang dimiliki siswa, seperti tidak mempunyai akses internet atau perangkat yang tidak mendukung, menjadi permasalahan baru bagi para pelajar saat harus mengikuti kelas daring. Belum lama ini, seorang pria dari desa di Distrik Sepahijala, India memutuskan untuk mengakhiri hidupnya setelah beradu argumen dengan putrinya, lantaran ia salah membeli ponsel.

Dilansir dari World of Buzz, putrinya yang saat ini duduk di kelas 1 SMA meminta kepada ayahnya untuk membelikan smartphone agar ia dapat mengikuti kelas online. Akan tetapi, pria yang berprofesi sebagai petani hanya bisa membelikan ponsel biasa yang tidak disukai putrinya.

Karena tidak menyukai ponsel itu, putrinya pun membanting gadget yang baru dibeli ayahnya dan beradu argumen dengan pria berusia 50 tahun tersebut. Pria tersebut kemudian masuk ke kamarnya dan keesokan harinya ditemukan sudah tidak bernyawa, pada Rabu (1/7) pekan lalu.

Petugas kepolisian segera melakukan invesitagasi untuk mencari penyebab kematiannya, setelah mendapatkan laporan. Setelah melakukan otopsi, kasus tersebut dinyatakan sebagai kematian yang tidak wajar.

“Kami menanyakan beberapa penduduk setempat dan keluarganya tentang masalah ini. Selama investigasi, kami mengetahui bahwa ada pertengkaran di rumahnya terkait salah membeli smartphone untuk putrinya,” kata Tapas Das, seorang petugas dari kantor polisi Madhupur.

Sebelumnya, pada bulan Juni terdapat seorang remaja di India yang bunuh diri setelah ia tidak bisa ikut kelas online, karena tidak memiliki smartphone atau TV di rumahnya. Berasal dari keluarga kurang mampu, ia khawatir kalau hal tersebut dapat memengaruhi sekolahnya dan memilih untuk kabur dari rumah.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...