Pria ini Dioperasi Otak Sambil Main Gitar

Pria ini Dioperasi Otak Sambil Main Gitar

Kamis, 28 Jan 2016 | 15:47 | kontributor
WinNetNews.com - Di usia 34 tahun, seorang pria yang hanya diketahui bernama Li ini terpaksa menyudahi karirnya sebagai gitaris profesional dan mencari pekerjaan lain. Li dipaksa melakukannya karena jari-jarinya tak lagi bisa digerakkan.

Namun Li tak pernah tahu mengapa fungsi jari-jarinya menurun. Selama 20 tahun belakangan, ia telah mendatangi berbagai rumah sakit, akan tetapi diagnosis yang diberikan dokter selalu berbeda-beda. Ada yang mengatakan Li terserang Parkinson, ada juga yang mendiagnosis Li dengan masalah psikis.

Li juga sempat diberi obat-obatan oleh berbagai dokter yang menanganinya. Tapi tak ada satupun yang berhasil mengembalikan fungsi tangannya. Alih-alih sembuh, ia malah merasakan munculnya beragam efek samping.

Hingga akhirnya Li bertemu dengan Dr Cai Xiaodong yang berpraktik di Shenzhen No 2 Hospital. Dr Cai mendiagnosis pria yang saat ini berumur 57 tahun itu dengan FHD atau focal hand disorder.

FHD mengakibatkan hilangnya kendali seseorang terhadap otot-otot tertentu di tubuhnya. Kondisi ini lazim ditemukan pada musisi dan atlet.

 

Setelah berdiskusi panjang dengan Dr Cai, Li kemudian memutuskan bersedia menjalani operasi yang disebut dengan 'deep brain stimulation'. Operasi itu sendiri baru dilaksanakan beberapa waktu lalu di Shenzhen No 2 Hospital.

Menariknya, selama operasi berlangsung, pria yang tinggal Provinsi Jilin itu dibiarkan tetap sadar, bahkan diminta memainkan gitar. Tak disangka, saat operasi itulah, kemampuan jari Li untuk memetik gitar kembali lagi. Ia bahkan membawakan lagu klasik karya Beethoven yang bertajuk Fur Elise di hadapan tim medis yang membedahnya.

Menurut Dr Cai, dengan membiarkan pasien bermain gitar, mereka dapat menentukan bagian otak mana yang harus distimulasi dengan aliran listrik agar kinerjanya kembali seperti semula.

"Kami menemukan lokasi yang tepat untuk diberikan stimulasi, sehingga operasinya berjalan sukses," kata Dr Cai kepada wartawan, seperti dilaporkan Shenzhen Daily.

FHD sebenarnya bukan kondisi langka, namun bisa dikatakan mengatasi FHD dengan menggunakan operasi deep brain stimulation sangat jarang dilakukan. Dr Cai menambahkan, ini adalah ketujuh kalinya operasi ini digelar di rumah sakit mereka.

Untuk saat ini, fungsi tangan Li sudah kembali 80 persen. Sisanya diharapkan bisa kembali lewat rehabilitasi.

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...