Produksi ADRO turun 7% pada semester I

Produksi ADRO turun 7% pada semester I

Produksi batubara ADRO hanya mencapai 25,88 juta ton di medio pertama tahun ini, turun 7% bila dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Volume penjualan ADRO juga menyusut 6% yoy menjadi 26,59 juta ton pada semester I-2015. Cameron Tough, Head of Corporate Secretary & Investor Relation ADRO mengatakan, pada Kuartal II 2015, perseroan hanya memproduksi 12,72 juta juta ton batubara melalui PT Adaro Indonesia dan PT Semesta Centramas (SCM). Jumlah itu turun 8% dari periode yang sama tahun lalu.

Di dalam negeri, meskipun produsen batubara domestik mulai menurunkan volume produksi mereka, kelebihan pasokan batubara di pasar masih terus terjadi. Dus ini memberi tekanan terhadap harga.

Sementara itu, pemindahan lapisan penutup ADRO pada kuartal II mencapai 74,24 juta bank cubic meter (bcm) atau turun 9% dibandingkan kuartal II tahun lalu. Hal ini sejalan dengan pengurangan nisbah kupas untuk tahun 2015 yang ditetapkan sebesar 5,33 kali. Nisbah kupas gabungan dari keempat tambang ADRO mencapai 5,84 kali pada Kuartal II, dan 5,27 kali pada semester I tahun ini.

Cameron mengatakan, depresiasi mata uang dan penurunan harga bahan bakar minyak di negara penghasil batubara utama memberi ruang gerak bagi produsen untuk menghemat biaya. Sehingga, produsen batubara tetap bisa melakukan produksi terutama untuk mendapat pangsa pasar di Australia.

Namun, karena kondisi pasar batubara yang belum menjanjikan dalam jangka pendek, ADRO lebih memilih untuk memperbaiki kasnya. Selain itu, perseroan juga mengembangkan bisnis non pertambangan batubara, termasuk jasa pertambangan, logistik, dan ketenagalistrikan. (jk)