Program Keluarga Berencana Akan Dimunculkan Lagi?

Program Keluarga Berencana Akan Dimunculkan Lagi?

Rabu, 27 Jan 2016 | 17:20 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo mengatakan Program Keluarga Berencana (KB) ke depan menghadapi tantangan yang cukup berat karena permasalahan semakin kompleks. Karena itu, diperlukan kualitas hidup melalui ibu sehat yang akan melahirkan generasi berbudi luhur.

“Tantangan yang berat dalam program KB membuat pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas penduduk dengan melakukan revitalisasi. Saya tekankan lagi kalau program KB secara nasional mutlak harus dilaksanakan,” ujar Jokowi dalam amanatnya saat membuka pertemuan International Conference on Family Planning ( ICFP) ke 4 yang bertempat di BNDCC Nusa Dua Senin (25/1).

Pertemuan ICFP dihadiri dari 3.374 peserta dari berbagai negara yang sempat tertunda 2,5 bulan akibat letusan gunung merapi di Bali. Selain Jokowi, acara juga dihadiri mantan presiden Prof BJ Habibie, sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pertemuan yang diselenggarakan dua hari hingga Selasa (26/1) ini membahas beberapa isu terkait keluarga berencana di dunia, termasuk Indonesia.

Jokowi menyampaikam pelaksanaan program KB memberi manfaat besar bagi terbentuknya generasi muda yang berkualitas. Hal itu untuk mendorong terwujudnya tujuan pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi dunia. "Kemajuan keluarga berencana berkat kerja keras dan kepemimpinan orang-orang tulus seperti hadirin semua yang hadir dalam konferensi ini, " ujar Kepala Negara memberikan apresiasi.

 

Menurutnya, pertumbuhan penduduk Indonesia yang relatif tinggi yakni mencapai 1,32 persen menunjukkan masih perlu langkah nyata menyukseskan program keluarga berencana. Aksi dengan membentuk Kampung KB merupakan salah satu upaya mengurangi kaum wanita putus KB.

Di samping hal tersebut kata Jokowi, sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang, pemasangan alat kontrasepsi yang murah serta meningkatkan peran tenaga kesehatan akan pentingnya KB. Pemerintah daerah juga diminta terus menyosialisasikan KB sebagai program prioritas. "Investasi KB adalah mutlak ," tegasnya.

Presiden Jokowi juga meminta stigma kekerasan serta diskriminasi terhadap wanita dihentikan. Untuk itu, Jokowi yang juga didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyampaikan agar pelaksanaan ICPF kali ini dapat meletakkan landasan serta visi akses pelayanan serta penggunaan kontrasepsi, sehingga para ibu semakin bijak menentukan waktu kehamilan.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan konferensi tingkat dunia ini. ICFP memegang peranan penting sebagai ajang bertukar pikiran, berbagi pengalaman serta bertukar informasi tentang perkembangan keluarga berencana di berbagai belahan dunia serta perkembangan kontrasepsi.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...