Propam Selidiki Penyebab Meninggalnya Siyono

Rusmanto
Senin, 14 Maret 2016 07:09 WIB
Oleh Rusmanto pada Senin, 14 Maret 2016 07:09 WIB
Image Propam Selidiki Penyebab Meninggalnya Siyono

WinNetNews.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan pihaknya melakukan pengecekan terkait meninggalnya Siyono (39) usai ditangkap Densus 88. Pengusutan dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Sudah diperintahkan Propam untuk cek laporan meninggalnya S tersebut," kata Badrodin saat dikonfirmasi Minggu (13/3/2016) malam.

Mabes Polri sebelumnya memberi penjelasan terkait tewasnya warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten tersebut. Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto membenarkan Siyono ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri pada Selasa (8/3) lalu.

Menurut Brigjen Agus, Siyono terlibat perkelahian dengan personel Polri saat melakukan pencarian terduga teroris. Setelah situasi dapat dikendalikan, Agus menyebut, Siyono kelelahan dan lemas. Anggota Densus 88 lalu membawnya ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan medis.

"Ternyata nyawa tersangka tidak dapat ditolong dan meninggal dunia di rumah sakit. Selanjutnya jenazah dibawa ke Rs Polri Kramatjati, Jakarta," ucap Agus, Sabtu (12/3).

Kasus kematian ini juga jadi perhatian Komnas HAM. Investigasi menurut komisioner Komnas HAM Manager Nasution akan segera dilakukan.

Kepolisian diminta transparan dan mengklarifikasi secara jelas soal penyebab kematian Siyono. Komnas HAM menolak tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepada warga negara.

disadur dari situs detik news

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Gol Bunuh Diri Jadi Top Skor di Piala Dunia 2018

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.