Property, I Love You!

Contributor-7
Contributor-7

Property, I Love You! Ilustrasi Investasi Properti

WinNetNews.com - Kompleks, itulah karakter dasar bisnis developer properti. Banyak sektor yang mempengaruhi perjalanan bisnis developer. Disamping sifatnya yang kompleks bisnis properti juga sangat peka terhadap legalitas. Oleh karena itu dibutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk menjalankannya. Ada beberapa hal yang harus kita pahami berkaitan dengan menjadi developer property:

Tidak semua orang bisa menjadi developer

Kalimat diatas mungkin saja membuat semangat kita yang baru akan melangkahkan kaki sebagai developer menjadi berkurang. Saya hanya mencoba untuk mengajak kita melihat situasi sebenarnya bisnis properti. Disamping itu kalimat diatas juga mengandung pengertian bahwa ada yang akan sukses sebagai developer dan ada yang tidak akan sanggup menjadi developer.

Sudah menjadi hukum alam bahwa dalam setiap bidang usaha selalu ada yang sukses dan ada yang kurang sukses. Dengan usaha dan ketekunan belajar dan bekerja resiko gagal bagi kita bisa diminimalisir.

Oleh karena itu diperlukan kemampuan kita untuk mengenali diri sendiri terlebih dahulu, tahu kelebihan dan kekurangan kita. Dengan mengetahui kelebihan kita, kita bisa mengeksplor lebih jauh, sebaliknya jika kita mengetahui kelemahan kita, kita harus mampu memperbaiki kelemahan tersebut dengan belajar.

Tidak mudah menjadi pebisnis properti

Bisnis property berhubungan dengan banyak sektor, baik internal maupun eksternal proyek. Di internal proyek seorang developer akan berhubungan dengan banyak orang seperti tukang, mandor, suplier, kontraktor dan lain sebagainya. Sedangkan pada eksternal proyek kita berhubungan dengan warga sekitar, pejabat pemerintahan dan lain-lain.

Menjadi developer tidak semudah yang dibayangkan. Jika kita melihat papan proyek yang terpampang di suatu lokasi yang terbayang adalah bahwa mudah sekali untuk memulai proyek. Kita tidak menyadari bahwa proses untuk mendapatkan papan proyek itu melalui jalan yang panjang yang menguras energi dan biaya. Proses itu bisa dilalui setahun bahkan bisa bertahun-tahun. Papan proyek yang sudah dipajang di lokasi proyek menandakan bahwa perijinan proyek sudah lengkap. Tanpa selesainya proses perijinan proyek belum boleh dilaksanakan.

Bisnis properti bisa tanpa modal

Ini fakta menggembirakan, tetapi kita harus bijak dalam memahaminya. Dalam skala tertentu memang kita bisa menjadi developer tanpa modal. Banyak metoda pembiayaan yang bisa kita pergunakan. Diantaranya pembayaran secara dicicil kepada pemilik lahan, bagi hasil dengan pemilik lahan atau lebih dikenal dengan istilah kerjasama lahan atau mengundang investor untuk mengakuisisi lahan.

Tetapi untuk skala yang lebih besar sangat sulit mengaplikasikan menjadi developer tanpa modal. Dibutuhkan effort yang luar bisa untuk menjadi developer tanpa modal.

Ketika seorang developer berhasil mendapatkan lahan dengan metode pembayaran kerjasama, di belakangnya sudah menunggu banyak daftar pengeluaran, terutama untuk legalitas dan perencanaan. Biaya untuk legalitas ini tidak bisa dibayar belakangan karena kita berhubungan dengan instansi resmi yaitu lembaga perijinan dan turutannya yang berhubungan.

Untuk perencanaan bisa diatasi dengan pemberian bagi hasil kepada arsitek atau pembayaran mundur, dengan catatan jika arsitek mau dengan pola kerjasama yang kita tawarkan. Jika arsitek tidak mau dengan pola pembayaran kerjasama, ya cari arsitek lain. Its very that simple. hehe..

Bisnis properti tak perlu badan hukum

Untuk bisnis property dengan skala kecil tidak perlu badan hukum. Skala kecil yang dimaksud adalah jika hanya menjalani bisnis developer dengan membangun satu atau dua unit rumah kemudian dijual. Dan menurut hemat saya orang yang berbisnis dengan pola seperti ini belum bisa dikatakan sebagai developer, lebih tepat kalau disebut sebagai pedagang rumah.

Apa Reaksi Kamu?