Skip to main content

Prosesi Pemakam Mantan Menkeu Ali Wardhana

Prosesi Pemakam Mantan Menkeu Ali Wardhana
Prosesi Pemakam Mantan Menkeu Ali Wardhana

Jakarta, wingamers (15/9) - Mantan Menteri keuangan Ali Wardhana yang wafat pada senin (14/9) sore kemarin, hari ini (15/9) dimakamkan di TPU Tanah Kusir.Sebelum jenazah dibawa ke TPU Tanah kusir, dilakukan pelepasan jenazah di rumah duka yang terletak di Jalan Petra Kuningan XV No 6 Jakarta Selatan. Di rumah duka digelar upacara penyerahan jenazah dari pihak keluarga ke pemerintah. Pada acara penyerahan jenazah tersebut pemerintah diwakili oleh Gubernur BI Agus Marto.

Acara tersebut berlangsung dengan khimat dan sendu. Suasana duka nampak pada wajah para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi mantan menteri keuangan di era orde baru tersebut. Tak terkecuali Gubernur BI Agus Martowardojo yang juga meneteskan air mata saat menerima penyerahan jenazah.

Jenazah dibawa ke TPU Tanah Kusir dengan iring-iringan mobil pelayat. Prosesi pemakaman jenazah almarhum Ali Wardhana dimakamkan secara militer. Selain Gubernur BI Agus Marto, Jusuf Kalla, dan BJ Habibi, hadir juga Yuddy Chrisnandi, Marzuki Usmanm, dan Djojohadikusumo untuk memberikan penghormatan terakhir.

Diketahui bahwa amarhum Dr Ali Wardhana meninggal disebabkan oleh penyakit paru-paru yang dideritanya. Ali merupakan menteri termuda yang duduk dalam kabinet pemerintahan era Soeharto. Meski demikian, tangan dingin dan kejeniusannya diakui hingga ke lembaga internasional

Selama menjabat sebagai Menkeu, Ali telah berhasil merestrukturisasi perekonomian Indonesia semasa Orde Baru dengan cara membubarkan Bea dan Cukai serta melakukan devaluasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dari Rp 1.134 menjadi 1.644. Tak hanya itu, Ali juga mampu menekan laju inflasi pada tahun 1966-1968.

Kala itu keputusan ini diambil agar menjaga neraca pembayaran karena harga minyak mentah dunia merosot dari 28 dollar AS per barel menjadi 25 dollar AS per barel. Sementara, harga komoditas pertanian di Indonesia semasa itu sangat rendah di pasaran dunia.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top