Protes Soal Wacana Ekspor Benih Lobster oleh Menteri KKP Baru, Susi Dikritik Eks PA 212: “Ibu Jangan Gatal”
Susi Pudjiastuti. (Foto: Instagram/@susipudjiastuti115)

Protes Soal Wacana Ekspor Benih Lobster oleh Menteri KKP Baru, Susi Dikritik Eks PA 212: “Ibu Jangan Gatal”

Sabtu, 14 Des 2019 | 15:20 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Susi Pudjiastuti mengungkapkan protesnya terkait wacana ekspor benih lobster yang bakal diterapkan Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) yang baru, Edhy Prabowo. Susi bahkan menyemprot warganet yang mengatakan ekspor benih lobster akan memberikan dampak untung yang besar bagi nelayan Indonesia.

“Belajar baru omong! lobster belum bisa dibreedingkan in house. Semua bibit alam. Vietnam/ budidaya hanya membesarkan. Dan hanya dari Indonesia mereka bisa dapat, lewat singapura atau yg langsung. Negara lain yang punya bibit tidak mau jual bibitnya. Kecuali kita, karena bodoh,” balas Susi kepada netizen itu, seperti dikutip laman Suara (14/12/2019).

Terkait sikap Susi itu, eks anggota PA 212 Faizal Assegaf pun menanggapinya melalui kicauan yang diunggah di akun Twitter, @faizalassegaf, pada Jumat (13/12/2019).

Faizal Assegaf meminta mantan Menteri KKP tersebut untuk berbesar hati dan menghimbau Susi untuk tidak memprotes kebijakan Edhy Prabowo.

“Ibu Susi Pudjiastuti mesti belajar legowo, jangan gatal memprotes izin Menteri Kelautan Edhy Prabowo ekspor benih lobster,” tulis Faizal.

Untuk diketahui, semasa Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Menteri KKP, ada kebijakan pelarangan ekspor benih lobster yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 1/2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan. Kali ini ada wacana Edhy Prabowo bakal menghapus larangan itu.

Faizal Assegaf menyatakan, kebijakan Edhy yang memperbolehkan ekspor benih lobster itu justru berdasarkan arahan Presiden Jokowi.

“Si menteri bertindak sesuai visi Jokowi, makanya Luhut Pandjaitan dukung keputusan tersebut. Jokowi sudah tegaskan: Hanya ada visi Presiden, tidak ada visi menteri!” kata Faizal.

Sebelumnya, Edhy Prabowo merasa kegiatan ekspor benih lobster dinilai tak akan merusak keseimbangan alam. Pasalnya, dia akan menerapkan kebijakan bahwa eksportir benih lobster harus membawa lobster indukan yang telah dikembangkan di negara lain kembali ke dalam negeri.

Sehingga, Lobster indukan bisa bertelur dan menghasilkan benih lobster yang siap untuk diekspor.

“Setiap pengembang yang kita beri kesempatan 50 persen di Indonesia lobster ini setelah umurnya sebesar kelingking atau telunjuk kami minta 5 persen kita restocking kita masukkan di tempat benih benih itu diambil,” jelas dia.

Dengan solusi ini, Edhy meyakini petani lobster bisa mendapatkan keuntungan yang lebih. Karena selain mengolah lobster, petani juga bisa mengekspor benih lobster.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...