Proyek Infrastruktur Realisasinya Hingga Oktober 51%

Muchdi
Muchdi

Proyek Infrastruktur Realisasinya  Hingga Oktober 51%
WinNetNews.com – Sudah berjalan hampir setahun Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sejak awal pemerintahan, Jokowi selalu menyatakan akan fokus pada pembangunan infrastruktur. Sebagai pelaksana proyek infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengklaim penyerapan anggaran hingga 12 Oktober 2015 pukul 16.00 WIB, telah menunjukkan kemajuan cukup berarti dari realisasi keuangan maupun fisik di lapangan. Pada 2015, Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran sebesar Rp118,7 triliun.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Kantor Kementerian PUPR, Selasa 13 Oktober 2015 Mengatakan "Dari realisasi keuangan telah mencapai 45,07 persen atau sebesar Rp53,5 triliun. Sementara itu, realisasi fisik 51,42 persen,".Dana tersebut, kata Basuki, telah digunakan untuk pembangunan beberapa proyek seperti jalan tol maupun non tol, bendungan, hingga perumahan rakyat.

Dana tersebut terbagi untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebesar Rp30,56 triliun, Ditjen Bina Marga Rp56,97 triliun, dan Ditjen Cipta Karya Rp19,61 triliun, Jelas Dia.

 

Basuki menjabarkan, dari seluruh proyek yang dikerjakan, sebagian merupakan proyek mangkrak. Seperti di antaranya jalan tol Cikopo-Palimanan yang telah diresmikan pada 13 Juni 2015. Kemudian, Jembatan DR. Ir Soekarno di Sulawesi Utara yang diresmikan 28 Mei 2015.

Sementara itu, Jembatan Merah Putih di Maluku disebutkannya masih dalam progres sebesar 90 persen, lalu bendungan Jati Gede telah diisi air pada akhir Agustus 2015.Selain itu, ada proyek bendungan Nipah di Jawa Timur, bendungan Bajulmati di Jawa Timur, lalu jembatan Tayan di Kalimantan Barat yang masih progres 96 persen.

Kementerian PUPR juga sudah membangun beberapa proyek baru. Di antaranya, proyek pembangunan 13 bendungan yang sudah dalam progres 54 persen.

Lalu, program sejuta rumah yang disebut-sebut sudah terbangun 512.928 unit, jalan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, jalan perbatasan, jembatan Holtekamp (Jayapura), dan jembatan Teluk Kendari (Kendari).

Dia menargetkan, hingga akhir Desember 2015, serapan anggaran akan mencapai 93 persen dari pagu senilai Rp118,7 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, dia menjelaskan, karyawan kementerian ini bekerja purna waktu dengan skema kerja bergilir. Kementerian PUPR akan berusaha semaksimal mungkin agar target tersebut tercapai.

 

“Kami masih optimistis target akhir Oktober 56,16 persen (rencana realisasi keuangan). Untuk November 73,11 persen dan Desember 93 persen. Kami akan melaporkan janji kami ini bisa dicapai nanti,” kata Basuki.

Basuki menyadari bahwa realisasi penyerapan anggaran hingga Oktober ini, masih lebih lambat dibandingkan dengan capaian realisasi penyerapan pada periode yang sama tahun lalu. Namun, kementerian optimistis dengan sisa waktu yang ada, percepatan penyerapan segera terlaksana.

“Masih ada kekurangan antara 2-3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tapi kami akan coba sampai akhir Desember 2015 ini bisa sampai 93 persen,” kata dia.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});