Skip to main content

Proyek Listrik 35.000MW Tak Bisa Tercapai

Proyek Listrik 35.000MW Tak Bisa Tercapai
Proyek Listrik 35.000MW Tak Bisa Tercapai

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan proyek pembangkit listrik 35.000 MW sulit terwujud dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Menurut dia, pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW baru bisa terealisasi dalam waktu 10 tahun.

Rizal Ramli juga mengatakan dampak adanya proyek listrik 35.000 MW bisa membuat surplus listrik sangat besar yakni sekitar 21.000 MW pada 2019. Dan Surplus ini akan membebani keuangan PLN sebagai operator listrik nasional, karena PLN harus membeli kelebihan atau surplus.

Kembali menurut Rizal, kebutuhan listrik tambahan 5 tahun ke depan hanya 16.000 MW sampai 18.000 MW.

"Ada target membangun listrik 35.000 MW. Setelah kami bahas 35.000 MW nggak bisa dicapai dalam 5 tahun. Kalau 35.000 MW dibangun semua. Dalam 5 tahun maka PLN alami kapasitas lebih," kata Rizal usai rapat koordinasi bidang energi di Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Proyek 35.000 MW yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, idealnya dibagi dalam 2 tahap hingga 10 tahun ke depan. Rizal menilai ada tambahan pasokan listrik 7.000 MW dari proyek listrik pemerintahan sebelumnya yang belum dibangun.

"Lain-lainnya masuk 5 tahun berikutnya," sebutnya.

Rizal menegaskan perhitungan 16.000 MW merupakan nilai logis dari hasil kajian mendalam. Ia juga telah menyampaikan perhitungannya kepada Presiden Jokowi.

Ditemui di lokasi yang sama, Dirjen Ketanagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengaku pihaknya masih berpegangan pada rencana pengembangan listrik baru sebanyak 35.000 MW. Perhitungan tersebut berdasar pada asumsi pertumbuhan ekonomi dan penduduk dalam 5 tahun ke depan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top