Proyek Rusun di Cengkareng Dihentikan Akibat Kasus Lahan

Proyek Rusun di Cengkareng Dihentikan Akibat Kasus Lahan

Selasa, 9 Agt 2016 | 06:59 | Rusmanto
WinNetNews.com - Pemprov DKI menemukan adanya kasus pemalsuan sertifikat lahan di Cengakareng, Jakarta Barat. Akibatnya, proyek rusun yang sedianya dibangun di lahan tersebut dihentikan.

"Batalin. Karena itu kasus tanah. Enggak jelas. Pengembang dengan kewajiban uang kita. Itu batalin. Ya duitnya sudah ada hitungan, duit kita sudah ada hitungan," ungkap Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) di Gedung Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Proyek pembangunan rusun Cengkareng ini dilakukan setelah adanya penemuan kasus penipuan pembelian lahan seluas 4,6 hektar yang ternyata adalah aset Pemprov DKI sendiri. Kasus ini sedang ditangani di Bareskrim Polri.

Pemprov DKI rencananya akan membangun rusun sebanyak tower dengan total 552 unit pada lahan bermasalah itu. Nilai proyeknya adalah sebesar Rp 89,9 miliar. Menurut Ahok, penghentian pembangunan tersebut berdampak pada pengurangan target pengadaan rusun yang direncanakan Pemprov DKI.

Meski begitu, Ahok tak khawatir pihaknya akan ketinggalan jauh. Sebab Pemprov mengaku masih memiliki banyak lahan. Apalagi ia juga memerintahkan bawahannya untuk melakukan pendataan terhadap aset-aset milik DKI.

Kasus-kasus tanah atau proyek pembangunan ini disebutnya tak terlepas dari 'permainan' oknum PNS nakal. Namun Ahok mengaku tak gentar. Bahkan ia mengaku akan melakukan cuci gudang di Dinas Perumahan DKI karena salah satu 'permainan' oknum nakal banyak ditemukan di sana.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...