PSBB di Jakarta, Anies Terbitkan Aturan soal Kendaraan Pribadi
Foto: Merdeka.com

PSBB di Jakarta, Anies Terbitkan Aturan soal Kendaraan Pribadi

Rabu, 8 Apr 2020 | 17:21 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta secara resmi telah diumumkan akan mulai efektif Jumat 10 April 2020. Menganai hal tersebut, Pemoriv DKI juga telah menyiapkan berbagai  ketentuan akan diterapkan mengukuti prosedur PSBB, termasuk di dalamnya yang mengatur transportasi.

Berdasarkan situs resmi Pemprov DKI Jakarta, jenis kendaraan yang akan terdampak dari penerapan PSBB yakni baik angkutan umum maupun pribadi.

Pada angkutan pribadi, dalam ketentuan yang dibuat digolongkan menjadi empat kategori. Pertama mobil penumpang berjenis sedan. Kedua, mobil bukan jenis sedan, ketiga sepeda motor, dan keempat bus berkapasitas 7 orang.

"Sedan bermuatan 4 orang hanya boleh diisi 3 orang, 1 pengemudi depan, dan 2 penumpang di belakang," dalam siaran pers diterima, dikutip dari Detikcom.

Kemudian untuk mobil pribadi non-sedan yang memiliki kapasitas 7 orang hanya boleh diisi 4 orang. Dengan pembagian, 1 pengemudi depan, 2  berada penumpang di tengah, dan satu penumpang berada di belakang.

"Untuk sepeda motor tidak boleh berboncengan, satu pengemudi saja," tegs siaran pers tersebut.

Sedangkan untuk bus pribadi berkapasitas 7 penumpang,  sementara waktu dilarang beroperasi.

Anies kemudian juga mengungkapkan, pembatasan penumpang pada kendaraan pribadi ini sebagai bagian dari penerapan physical distancing.

"Kendaraan pribadi bisa berkegiatan seperti biasa tetapi harus ada physical distancing. Artinya, kendaraan-kendaraan itu jumlah penumpang per kendaraannya supaya dibatasi. Tetapi secara umum tidak dilarang" kata Anies.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...