Psikolog Sebut Orang yang Doyan Nyinyir Sebagai Pribadi Insecure dan Rendah Diri

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Psikolog Sebut Orang yang Doyan Nyinyir Sebagai Pribadi Insecure dan Rendah Diri Foto: Tribunnews

Winnetnews.com - Beberapa hari belakangan media sosial tengah digemparkan dengan berita mengenai hukuman yang diterima para anggota TNI karena kelakuan para istri di media sosial (medsos). Hal ini sebenarnya bukanlah hal yang awam. Di era serba gadget dan medsos, banyak di antara kita yang sering nyinyir atau julid di medsos.

Kebiasaan sering nyinyir ini bisa dibilang merupakan candu. Melansir dari Detik Health, psikolog dari Personal Growth Gracia Ivonika, mengatakan jika orang yang nyinyir akan cenderung merasa puas. Rasa puas ini disinyalir sebagai sebuah tanda keberhasilan untuk menutupi rasa tidak aman (insecure) dan rendah diri yang mereka rasakan dalam kehidupan nyata.

“Mereka berusah membuat diri mereka menjadi lebih baik. Ketika melakukan hal tersebut, mereka akan mendapat apresiasi atau dukungan dari orang lain. Hal ini seolah menjadi reward dan pengakuan atas perilaku mereka. Inilah yang membuat mereka ingin terus melakukannya secara terus-menerus,” jelas Gracia.

Gracia juga mengatakan jika perilaku nyinyir bisa menimbulkan dampak buruk berdasarkan konteks situasi yang ditanggapi, orang yang ditanggapi, dan seberapa jauh perilaku nyinyir ini ditunjukkan. Satu hal yang pasti, perilaku nyinyir akan menjadi berbahaya jika ada pengalakkan tegas secara hukum untuk para pelaku nyinyir ini.

“Bahaya dari fenomena nyinyir tidak hanya memberikan dampak negatif psikologis kepada para pihak yang menerima nyinyiran, namun juga berbahaya bagi para pelaku nyinyir dengan adanya konsekuensi yang telah dicetuskan melalui mekasime hukum. Bisa juga mendapat konsekuensi sosial bagi pelaku seperti balik diserang oleh masyarakat atas prerilakunya tersebut,” pungkasnya.

Apa Reaksi Kamu?