(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Mencuil Peluang dari LRT

Rani
Rani

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Mencuil Peluang dari LRT

WinNetNews.com - Proyek kereta api ringan akan segera membentangi tujuh koridor di Jakarta. Dengan adanya kereta api ringan atau yang biasa disebut dengan Light Rail Transit (LTR) ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi proyek properti. Seperti yang dilansir dari situs kontan, broker Properti ERA Indonesia memandang keberadaan sarana transportasi publik akan menjadi bekal pemasaran jitu bagi para pengembang kepada konsumen. Sehingga tak mengherankan jika mereka memperebutkan peluang ini.

Lantaran lokasi ibukota yang kian padat penghuni, pengembang properti akan lebih banyak mengembangkan properti berjenis strata title alias hunian bertingkat. Sebut saja apartemen atau rumah susun sederhana baik hak milik.

Salah satu pengembang properti yang ingin mencuil peluang kerekan harga properti oleh LRT adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk alias PT PP. Perusahaan BUMN tersebut memiliki proyek apartemen bernama Paladin Park di Gading, Jakarta Utara. "Harga properti biasanya naik 10%-20% per tahun," ujar Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

PT PP juga mencuil ingin peluang peluang kenaikan harga di sekitar perlintasanproyek LRT tersebut. Karena itulah, mereka menggarap proyek properti yang ada di Bekasi dan Serpong.

Asal tahu saja, tak cuma Pemprov DKI yang menggarap proyek LRT. Pemerintah juga membikin LRT dengan cakupan wilayah lebih luas, yakni meliputi Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Pemerintah merencanakan, kedua proyek LRT itu akan terintegrasi.

Sekadar tahu, penetapan proyek ini tertuang di Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015, pemerintah menugaskan PT Adhi Karya Tbk membangun prasarana LRT. Ahdi Karya memprediksi, total nilai proyek LRT mereka sebesar Rp 26 triliun.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});