PTBA Raup Laba Rp 1,50 T Walau Penjualan Lesu

PTBA Raup Laba Rp 1,50 T Walau Penjualan Lesu

WinNetNews.com - Di tengah terjadinya penurunan harga batu bara global yang mencapai 15% sejak awal tahun, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih bisa membukukan laba, meski turun tipis.

Periode Januari-September 2015, laba bersih PTBA turun tipis 5,3% menjadi Rp 1,50 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,58 triliun.

Jika dibandingkan dengan per triwulan dalam tahun ini, maka setiap triwulannya mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu Rp 0,34 triliun pada triwulan I-2015, kemudian naik menjadi Rp 0,45 triliun pada triwulan II-2015, dan naik lagi menjadi Rp 0,71 triliun pada triwulan III-2015, atau meningkat 58% dibanding triwulan sebelumnya.

Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono, dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/10/2015).

Selama sembilan bulan di 2015, marjin laba bersih perseroan tercatat sebesar 14%, marjin laba usaha sebesar 17%, dan marjin laba kotor sebesar 28%.

Meski laba turun, namun PTBA masih mencatat kenaikan pendapatan sebesar 9% menjadi Rp 10,50 triliuun untuk periode Januari-September 2015 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 9,65 triliun.

Peningkatan pendapatan dikontribusi oleh peningkatan volume penjualan perseroan sebesar 14,35 juta ton atau naik sebesar 8% dibanding penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,24 juta ton.

Capaian kinerja ini terjadi di tengah penurunan harga jual batu bara yang terus berlangsung, di mana harga jual rata-rata tertimbang PTBA pada periode Januari-September 2015 terkoreksi 2%, menjadi Rp 712.099 per ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 728.079 per ton.

 

Sementara komposisi penjualan terdiri dari 48% ekspor dan 52% penjualan domestik. Ekspor dengan memberikan prioritas batu bara kalori tinggi mengalami kenaikan 5% menjadi 6,88 juta ton, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,56 juta ton.

Sedangkan penjualan domestik mengalami kenaikan sebesar 12% menjadi 7,56 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,6 juta ton.

Capaian volume penjualan tersebut merupakan kontribusi dari kenaikan volume produksi dan pembelian batu bara perseroan periode Januari-September 2015 sebesar 10% menjadi 15,25 juta ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,87 juta ton. Dengan komposisi volume produksi sebesar 14,08 juta ton, atau naik 13% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,47 juta ton, dan pembelian batu bara dari pihak ketiga melalui anak perusahaan sebesar 1,17 juta ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,4 juta ton.

Selain memprioritaskan batu bara berkalori tinggi ke pasar ekspor untuk mengendalikan profitabilitas, perseroan juga melakukan efisiensi pada triwulan III-2015, di antaranya melalui optimalisasi penambangan dengan memprioritaskan penambangan batu bara berkalori tinggi serta menekan Nisbah Kupas (Striping Ratio/SR) pada triwulan III-2015 menjadi 4,13 dibanding SR triwulan II-2015 sebesar 4,49 dan lebih jauh lagi di bawah SR triwulan I-2015 sebesar 5,59.

Selama 9 bulan di tahun 2015, Cash Cost (termasuk royalti) mengalami penurunan sebesar 11% yaitu dari Rp 630.544 per ton menjadi Rp 563.012 per ton.

Pada triwulan III-2015, Cash Cost (termasuk royalti) turun sekitar 13% menjadi Rp 658.089 per ton dibandingkan triwulan III-2014 yang sebesar Rp 759.148 per ton.