Puisi "Ibu Indonesia" Jadi Ramai, Ini Kata Fadli Zon
Sumber foto : Istimewa

Puisi "Ibu Indonesia" Jadi Ramai, Ini Kata Fadli Zon

Rabu, 4 Apr 2018 | 17:28 | Oky

Winnetnews.com y Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menanggapi soal puisi 'Ibu Indonesia' Sukmawati Soekarnoputri yang menjadi viral karena menyinggung soal azan.

Menurutnya, hal yang menyinggung isu sensitif untuk dihindari karena dapat membuat gaduh.

"Seharusnya semua yang berbau perbedaan itu tidak bolehlah dijadikan sebagai (sarana) menyudutkan orang lain. Apalagi yang sensitif, seperti persoalan agama, suku, dan sebagainya. Itu kan sangat sensitif," kata Fadli di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada hari Senin (2/4).

"Jadi sebaiknya kita menghindari hal-hal yang seperti itu. Kita sudah lihat akibatnya seperti di dalam kasus Pilkada Jakarta. Itu kan bagaimana reaksi dari umat Islam. Kita berharap tidak ada hal-hal yang seperti itu yang menyinggung," tambahnya.

Ia menyarankan Sukmawati untuk mengoreksi puisinya tersebut karena menyinggung syariat Islam.

"Saya belum mendengarkan secara langsung, tapi kalau misalkan itu dianggap menyinggung, lebih baik dikoreksilah. Karena itu secara spesifik membicarakan tentang syariat Islam. Sementara orang yang berpendapat soal syariat Islam di Indonesia ini ada yang tentu saja sangat pro, yang pro pun derajatnya berbeda-beda," katanya.

Fadli mengatakan, umat Islam sudah sepakat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu, jangan mengungkit hal-hal yang sensitif.

"Mestinya kalau mengangkat-angkat yang seperti itu kan akan menimbulkan satu kegaduhan baru. Apalagi menyangkut syariat Islam. Ini membuka suatu wacana baru atau apa," ujarnya.

"Kan umat Islam di Indonesia sendiri sudah jelas setuju, tokoh-tokoh umat Islam yang dulu Panitia Sembilan yang ikut merumuskan Pancasila itu sudah setuju. Itu karya dari umat Islam sendiri, jadi jangan diungkit-ungkit lagi," lanjutnya.

Ia menjelaskan, pada rumusan Piagam Jakarta telah disepakati adanya Pancasila. Fadli meminta untuk tidak menyinggung soal isu sensitif agar tak menimbulkan kegaduhan yang baru.

"Jadi Piagam Jakarta itu adalah bagian dari konstitusi kita. Saya kira itu adalah bagian dari sejarah yang disepakati pancasila seperti kita pahami sekarang. Jadi jangan diungkit-ungkit persoalan lama yang sudah selesai. Nanti menimbulkan kegaduhan baru," kata Fadli.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...