Puluhan Pejabat dan Polisi Menyerahkan Diri Karena Terkait Kasus Narkoba

Puluhan Pejabat dan Polisi Menyerahkan Diri Karena Terkait Kasus Narkoba

Senin, 8 Agt 2016 | 17:16 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada hari Minggu mengidentifikasi sekitar 160 mantan walikota kota dan eksekutif, hakim, dan polisi diduga terkait dengan perdagangan obat-obatan terlarang.

Duterte membaca daftar orang-orang yang termasuk "menghancurkan negara" selama kunjungan ke sebuah pangkalan militer di kota - kota Davao.

Dua dari lima jenderal polisi termasuk dalam daftar yang diidentifikasi bulan lalu sebagai pelindung dari sindikat narkoba dan kota besar yang baru-baru ini menyerahkan diri ke polisi.

Kini, sebanyak 27 wali kota dan 31 petugas polisi di Filipina menyerahkan diri ke kantor polisi pusat di Manila pada Senin (8/8/2016), setelah nama mereka masuk daftar pejabat pelindung gembong narkoba. Mereka takut setelah diancam akan dihabisi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Puluhan pejabat dan petugas polisi itu menyerahkan diri untuk membersihkan nama mereka, setelah Presiden Duterte pada hari Minggu mengultimatum 150 hingga 160 nama pejabat yang masuk sebagai pelindung maupun terkait penyalahgunaan narkoba untuk menyerah dalam tempo 24 jam.

Jika dalam 24 jam, ultimatum diabaikan, Duterte memerintahkan polisi untuk memburu dan membunuh mereka.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...