Puncak Kasus Omicron Diprediksi Awal Februari, Luhut: Sesuatu yang Tak Bisa Dihindari

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 11 hari yang lalu • Bacaan 1 Menit

Puncak Kasus Omicron Diprediksi Awal Februari, Luhut: Sesuatu yang Tak Bisa Dihindari
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan

Winnetnews.com -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada awal Ferbruari. Luhut menyebut hal tersebut berkaca pada pengalaman lonjakan kasus yang terjadi di negara lain.

"Puncak kasus (di Negara lain) akan terjadi sekitar 40 hari pascapenemuan kasus Omicron. Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Selasa (11/1).

Ia menjelaskan, perkiraan tersebut merupakan pengingat bagi Indonesia, terlebih gelombang Covid-19 varian Omicron sudah terjadi di negara-negara lain. Oleh karena itu, lanjut Luhut, bukan tidak mungkin lonjakan kasus juga akan terjadi di Indonesia.

Meski begitu, Luhut meminta masyrakat tidak panik. Ia yakin Indonesia akan bisa melewati lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Menurutnya, Indonesia saat ini sudah lebih siap dibanding saat menghadapi gelombang varian Delta pada Juli 2021 lalu.

"Saya harapkan kita semua kompak, tidak perlu saling menyalahkan karena ini sesuatu yang tidak bisa dihindari, tapi kita bisa memitigasi sehingga dalam keadaan terkendali atau dampak yang minimal," ujarnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...