Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Diperkirakan Terjadi Akhir Juli, Bisa Capai 20 Ribu Kasus

Rusmanto

Dipublikasikan 9 hari yang lalu • Bacaan 2 Menit

Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Diperkirakan Terjadi Akhir Juli, Bisa Capai 20 Ribu Kasus
detikcom
Winnetnews.com -  Indonesia kini diterpa kenaikan kasus COVID-19 imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Sejumlah pihak memprediksi, puncak gelombang Corona kali ini tak bakal separah gelombang varian Corona sebelumnya yakni imbas varian Delta dan varian Omicron.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, kasus pada puncak BA.4 dan BA.5 kali ini akan sebanyak sepertiga dari puncak Delta dan Omicron.

"Memang di beberapa negara dunia mengalami kenaikan kasus dan konsisten penyebabnya adalah varian baru BA.4 dan BA.5. Kami juga mengamati khususnya di Afrika Selatan di mana varian BA.4 dan BA.5 ini pertama kali teridentifikasi dan hasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron," ujarnya dalam siaran langsung 'Keterangan Pers Menteri Terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM', Senin (13/6/2022).

"Kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron. Sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian Delta dan Omicron," sambung Menkes.

Diprediksi Puncaknya Juli

Lebih lanjut menurut Menkes, mengacu pada pengalaman sebelumnya, puncak kasus COVID-19 terjadi sebulan setelah kasus varian baru pertama ditemukan. Walhasil ia memprediksi, puncak gelombang BA.4 dan BA.5 bakal tiba di pekan kedua atau ketiga Juli 2022.

"Pengamatan kami ini gelombang BA.4 dan BA.5 biasanya puncaknya tercapai 1 bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi seharusnya di minggu kedua Juli, minggu ketiga Juli kita akan lihat puncak kasus dari BA.4 dan BA.5 ini," paparnya.

"Kalau memang masyarakat kita siap termasuk dengan boosternya yang baik, kemungkinan besar puncaknya tidak akan tinggi. Ditambah dengan adanya booster ini, daya tahan imunitas masyarakat akan bertahan 6 bulan lagi sampai bulan Februari-maret tahun depan," pungkas Menkes.

Di samping itu, Menkes mewanti-wanti pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut, level transmisi atau penularan COVID-19 akan naik ke level 2 imbas omicron baru. Diprediksi, puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Juli mendatang akan mencatat 20 ribu kasus per hari.

"Jadi kita percaya bahwa nanti akan ada kenaikan, kira kira maksimalnya mgkn 20 ribu per hari satu bulan setelah (Omicron BA.4 dan BA.5) diidentifikasi, jadi sekitar minggu ketiga minggu keempat juli dan kemudian nanti akan turun kembali," katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/6).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "COVID-19 Masih Ngegas! Puncak BA.4-BA.5 Diprediksi Juli, Bisa 20 Ribu Kasus"


 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...