Punya Banyak Utang, Produsen Gitar Gibson Bangkrut
Foto:Gettyimages

Punya Banyak Utang, Produsen Gitar Gibson Bangkrut

Jumat, 4 Mei 2018 | 09:02 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Rumah produksen gitar Gibson sedang dalam krisis ekonomi. Dikutip dari CNN,  sejak bulan Februari lalu. Pada Selasa 1/5/2018 mereka resmi menyatakan bangkrut.

Produsen gitar legendaris asal Amerika Serikat memiliki utang sebesar US$100 juta atau setara dengan Rp1,3 triliun. Dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Delaware, mereka memiliki utang sebesar US$500 juta atau setara dengan Rp6,5 triliun.

Meski bangkrut, Gibson memiliki rencana untuk bangkit dan melunasi hutang terebut. Saat ini Gibson bersiap menjual aksesoris musik seperti headphone dan speaker. 

Produsen gitar yang bermarkas di Nashville ini tengah merombak ulang susunan organisasi dan struktur untuk kembali menjual alat musik. 

"Gibson akan kembali pulih dari [status] Pasal 11 [bangkrut] dengan pendanaan modal kerja, pengurangan utang material, dan platform yang berfokus pada instrumen musik lebih ramping juga kuat," kata pernyataan Gibson. 

Kebangkrutan Gibson sudah mulai terlihat sejak awal tahun. Perusahaan jasa keuangan Standard & Poor's menurunkan peringkat Gibson karena khawatir gagal membayar kewajiban utangnya.


Gibson yang terbentuk pada 1894 sudah memproduksi banyak gitar untuk musisi kenamaan internasional.  Beberapa musisi yang menggunakan gitar produksi Gibson adalah Slash (Guns N Roses), Joe Perry (Aerosmith), Jimmy Page (Led Zeppelin) dan Gary Moore (Skid Row).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...