Punya Pasangan Beda Prinsip? Berikut Solusinya Untuk Menguatkan Hubungan
ilustrasi

Punya Pasangan Beda Prinsip? Berikut Solusinya Untuk Menguatkan Hubungan

Senin, 9 Des 2019 | 08:21 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Sebagian pasangan memutuskan untuk mengakhiri hubungan karena beda prinsip. Namun, apakah perbedaan prinsip harus diakhiri dengan perpisahan?

Tak harus selalu berpisah. Selalu ada solusi lain untuk mengatasi perbedaan prinsip dalam pasangan. Caranya adalah berkompromi.

Beda prinsip dengan pasangan tak masalah

image0

Salah satu kekuatan hubungan percintaan adalah ketika Anda dan pasangan dapat melengkapi satu sama lain. Melengkapi diri dan menerima kekurangan serta kelebihan pasangan, berarti Anda telah mengetahui ada perbedaan di dalam hubungan.

Alangkah indahnya bila perbedaan mendatangkan suasana saling menghargai, mengerti, dan berkompromi. Termasuk dalam kasus beda prinsip.

Pasti ada kalanya di satu momen Anda dan pasangan dihadapkan dalam satu pilihan. Misalnya, Anda bisa makan segala, sementara si dia adalah vegetarian. 

Anda dan pasangan bisa berkompromi untuk memilih salah satu restoran yang menjual kedua jenis makanan tersebut, sehingga sama-sama bisa menikmati. Tapi mungkin ada solusi lain yang mau tidak mau salah satu pasangan harus menurunkan egonya dalam menentukan pilihan.

Saat hubungan pertama kali dijalin segalanya terasa indah. Anda dan pasangan juga sangat mudah untuk saling berkompromi. 

Ketika waktu berlalu, Anda jadi lebih mengenal pasangan. Lalu beberapa perubahan pun terjadi. Secara keseluruhan, perubahan tersebut menumbuhkan kedewasaan dan saling mengerti bagi masing-masing pihak. Anda jadi lebih mengerti ekspresi pasangan dalam menginginkan sesuatu.

Dalam satu titik, Anda dan pasangan dihadapkan dalam situasi beda prinsip. Apa yang ia inginkan terkadang tak sesuai dengan keinginan Anda. Sehingga dalam kondisi tertentu Anda seperti berada di dalam tekanan.

Terutama saat mengkritik pasangan, Anda perlu fokus pada topik pembicaraan. Membawa diri dalam emosi hanya memperkeruh keadaan yang memancing Anda untuk mengungkit keburukan dirinya. 

Ingatlah, jangan terlalu membawa diri dalam emosi. Biarkan pasangan mengekspresikan apa yang ia mau. Setelahnya, utarakan juga keinginan dan kebutuhan Anda. Ungkapkan secara sehat tanpa menyinggung dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...