Putin Malah Senang Banyak Perusahaan Asing Tinggalkan Rusia, Kenapa?

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Putin Malah Senang Banyak Perusahaan Asing Tinggalkan Rusia, Kenapa?
Presiden Rusia Vladimir Putin

Winnetnews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku senang beberapa perusahaan asing telah meninggalkan negaranya. Diketahui bahwa invasi Moskow ke Ukraina memicu rentetan sanksi dari negara-negara Barat dan membuat perusahaan-perusahaan asing ramai-ramai angkat kaki dari Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (27/5), Putin mengharapkan bisnis dalam negeri akan bisa menggantikan perusahaan-perusahaan asing itu. Dia juga memperingatkan Barat bahwa Moskow masih akan mencari cara untuk mendapatkan teknologi canggih dan barang-barang mewah.

Dalam pernyataannya, Putin menyebut operasi militer ke Ukraina sebagai titik balik dalam sejarah Rusia. Dia menyebutnya sebagai pemberontakan Moskow terhadap Amerika Serikat (AS), yang dituduhnya telah mempermalukan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet tahun 1991 silam.

Selain kematian dan kengerian perang, konflik dan upaya Barat untuk mengisolasi Rusia sebagai hukuman telah menghambat pertumbuhan ekonomi global dan memicu gelombang inflasi ketika harga gandum, minyak goreng, pupuk dan energi melambung tinggi.

Sejak perang terjadi, sejumlah investor asing utama -- mulai dari BP hingga Korporasi McDonald's -- memutuskan keluar dari wilayah Rusia saat perekonomian Moskow menghadapi kontraksi terburuk sejak runtuhnya Soviet beberapa tahun lalu.

"Terkadang ketika Anda melihat mereka yang pergi -- bersyukur, mungkin? Kita akan menduduki ceruk mereka: bisnis kita, produksi kita -- itu telah berkembang, dan itu akan dengan aman di lapangan yang dipersiapkan mitra-mitra kita," ucap Putin.

Berbicara melalui tautan video kepada para pemimpin negara-negara bekas Soviet, Putin menyindir bahwa kemewahan seperti Mercedes yang disukai para bandit di tengah kekacauan pasca-Soviet masih akan tersedia, meskipun dia mengakui kendaraan itu mungkin akan sedikit lebih mahal.

"Itu akan sedikit lebih mahal bagi mereka tapi ini adalah orang-orang yang sudah mengendarai Mercedes 600 dan mereka masih akan melakukannya. Saya bisa meyakinkan Anda bahwa mereka akan membawanya masuk dari mana saja, dari negara manapun," ujarnya.

Disebutkan juga oleh Putin bahwa Rusia masih membutuhkan akses terhadap teknologi maju dari perekonomian maju. "Kita tidak akan melepaskan diri kita dari ini -- mereka ingin menekan kita sedikit, tapi di dunia modern ini sama sekali tidak realistis, tidak mungkin," sebutnya.

Putin tidak menjelaskan lebih lanjut soal bagaimana Rusia akan mencari cara untuk mempertahankan akses terhadap komponen dan perangkat lunak barat.

Dalam pernyataannya, Putin menegaskan upaya-upaya Barat untuk mengisolasi Rusia akan gagal. Dia menyebut bahwa negara-negara dengan perekonomian maju sedang bergulat dengan inflasi yang spiral, rantai pasokan yang terganggu, dan krisis pangan saat pusat kekuatan ekonomi global pindah ke Asia.

Sanksi-sanksi Barat memicu inflasi Rusia dan mengganggu pasokan rantai, namun Putin bersikeras menyebut Rusia mengatasinya dengan baik. Disebutkan juga bahwa Rusia berpaling dari Barat, kepada China, India dan negara-negara lainnya.

"Perwakilan bisnis kita tentu menghadapi masalah, khususnya di bidang rantai pasokan dan transportasi. Tapi bagaimanapun, semuanya bisa disesuaikan, semuanya bisa dibangun dengan cara baru," ucap Putin.

"Bukan tanpa kerugian pada tahap tertentu, tapi itu membantu kita menjadi lebih kuat. Bagaimanapun, kita pasti memperoleh kompetensi baru, kita mulai memusatkan perekonomian kita, finansial dan sumber daya administratif pada bidang terobosan," imbuhnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...