Putri Gus Dur Sebut Soal Mahar Rp 500 Miliar Harus Diinvestigasi

Putri Gus Dur Sebut Soal Mahar Rp 500 Miliar Harus DiinvestigasiSumber foto : Istimewa

Winnetnews.com -  Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan bertemu dengan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY Jalan Mega Kuningan, Sabtu (11/8). Sekitar 30 menit mereka berdiskusi. Dalam pertemuan tersebut SBY meminta kepada Hinca agar meluruskan terkait kabar bahwa dirinya akan jadi ketua tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Secara resmi saya sampaikan bahwa beritaKetua Umum Partai Demokrat SBY akan jadi ketua Tim pemenangan Prabowo-Sandi tidak benar. Sekali lagi tidak benar. Sepengetahuan partai Demokrat struktur siapa yang akan mewakili pemenangan Prabowo-Sandi tersebut belum dibicarakan dan dalam format koalisi yang belum dibentuk," kata Hinca usai bertemu SBY di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8).

Namun Hinca yakin SBY bersedia jika dimintai pandangan dan nasehat oleh pasangan Prabowo-Sandi. Agar kata Hinca, mereka dapat meraup suara lebih.

"Saya yakin bapak SBY presiden RI ke-6 dan pencalonan pemenangan presiden tahun 2004-2009 siap dan senang jika dimintai pandangan dan nasehatnya oleh pasangan capres cawapres Prabowo dan Sandi," papar Hinca.

Tidak hanya SBY yang bersedia membantu pasangan Prabowo-Sandi. Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga bersedia untuk membantu mereka di balik layar.

"Mas AHY komandan Kogasmanya Demokrat, dan itu belum kami cabut. Nah oleh karena itu dia pun tidak akan jadi pemimpin atau ketua di tim pemenangan Prabowo-Sandi. Namun sebagai konsekuensi kita di koalisi, siap seperti tadi itu tapi bukan memimpin. Siap membantu dan memberikan advise," ungkap Hinca.

Seperti diketahui, Partai Demokrat memutuskan bergabung dengan Gerindra, PKS dan PAN, mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.