PWI Pusat Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan oleh Anggota TNI AU

PWI Pusat Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan oleh Anggota TNI AU

Kamis, 18 Agt 2016 | 20:35 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI AU terhadap wartawan televisi MNC TV Andri Safrin Purba, wartawan Tribun Medan Aray Agus dan wartawan lainnya, yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.

"Menyesali dan mengecam keras perlakuan oknum TNI AU yang melakukan penyerangan, penganiayaan dan perampasan alat-alat kerja wartawan yang sedang menjalankan tugasnya," kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Ilham Bintang mengatakan tindakan tersebut mengancam dan mengekang kemerdekaan pers. Perlakuan itu juga mengganggu sendi-sendi demokrasi berbangsa dan berbangsa.

Oleh karena itu, kata dia, Dewan Kehormatan PWI tidak dapat mentolerir adanya penyerangan, penganiyaan berat dan perampasan alat-alat kerja wartawan.

Kejadian tersebut terjadi saat unjuk rasa warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara soal status tanah di kawasan itu, Senin (14/8/2016).

Para wartawan yang mengalami intimidasi itu sejatinya sudah menyatakan diri sebagai wartawan dan menunjukkan kartu indetitas mereka kepada para oknum penyerang, penganiaya berat dan perampas tersebut.

Akibat penyerangan itu, kata dia, membuat para wartawan yang menjadi korban mengalami patah tulang, luka dalam dan berbagai kerusakan lainnya serta kehilangan alat-alat kerja yang dirampas.

"Beberapa rumah sakit yang sebelumnya menolak memeriksa para wartawan sebagai korban menginformasikan mereka mengalami intimidasi sehingga takut memberikan bantuan yang dibutuhkan para wartawan yang memerlukan pertolongan," kata Ilham Bintang.

Untuk itu, PWI menyerukan kepada otoritas yang berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap para oknum TNI AU dan seluruh pelaku penyerangan, penganiyaan berat dan perampasan alat-alat wartawan itu.

Dewan Kehormatan PWI Pusat, kata dia, menyerukan agar segera dihentikan semua tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya. Apabila ada persoalan dengan pemberitaan agar ditempuh mekanisme yang sesuai di bidang pers.

Dewan Kehormatan PWI Pusat menyerukan pula kepada segenap wartawan untuk senantiasa tetap dan selalu menegakkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) ketika menjalankan tugas kewartawanannya serta lebih mengutamakan keselamatan diri dari berbagai ancaman, tindakan dan serangan yang membahayakan jiwa raga.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...