Qualcomm Desak Pengadilan China untuk Cekal Perakitan Apple. Lho..?

Qualcomm Desak Pengadilan China untuk Cekal Perakitan Apple. Lho..? ilustrasi

WinNetNews.com - Qualcomm mendaftarkan sebuah gugatan anyar terhadap Apple, yang meminta pengadilan China untuk mencekal penjualan dan perakitan iPhone di Negeri Tirai Bambu.

Dalam gugatan tersebut, Qualcomm mengklaim Apple melanggar tiga paten miliknya. Ketiga paten ini disebut tak terlalu penting dalam standar industri, yang membuat Qualcomm tak wajib untuk melisensi teknologi tersebut bagi perusahaan lain.

"Apple menggunakan teknologi yang diciptakan oleh Qualcomm tanpa membayar," ujar juru bicara Qualcomm. Paten yang dimaksud itu meliputi teknologi manajemen daya dan fitur Force Touch yang ada di iPhone, demikian dikutip dari The Verge, Senin (16/10/2017).

Apple sendiri tak diam saja dengan gugatan Qualcomm ini, dan langsung menyebut kalau gugatan Qualcomm itu tak punya kekuatan. Mereka pun yakin kalau upaya gugatan Qualcomm ini akan gagal di tengah jalan, pasalnya Qualcomm tak pernah menyebut paten ini selama negosiasi dan baru disebut akhir-akhir ini.

"Apple sangat percaya dengan nilai dari sebuah inovasi, dan kami selalu mau membayar biaya yang masuk akal untuk paten yang kami gunakan. Selama negosiasi kami dengan Qualcomm beberapa tahun belakangan, paten ini tak pernah disebut-sebut," ujar juru bicara Apple.

"Pihak berwajib di seluruh dunia sudah menyatakan Qualcomm bersalah karena menyalahgunakan posisinya selama bertahun-tahun. Gugatan ini tak punya kekuatan, dan akan seperti langkah hukum mereka yang lain, kami percaya langkah hukum ini juga akan gagal," tambahnya.

Ini adalah percobaan Qualcomm yang kedua untuk memblokir penjualan iPhone. Juli lalu mereka mendaftarkan gugatan serupa di Amerika Serikat. Dalam gugatan tersebut, Qualcomm menyebut Apple melanggar enam paten buatannya. (detikcom)