"Quit Smoking Save My Finance"
via Heart.org

"Quit Smoking Save My Finance"

Kamis, 26 Des 2019 | 18:50 | Shelly Amanda Tania

Winnetnews.com - “Pengen stop ngerokok biar bisa nabung, dan punya pencapaian yang bisa dibeli tanpa minta orang tua. Tapi gabisa, rokok tuh nagih”

Firman, 19 Tahun 

“Pengen ngubah kebiasaan, pengen coba uang yang biasa dibeliin rokok jadi ditabung, tapi rokok tuh candu kalo gak ngerokok mulut kayak asem”

Rizky, 21 Tahun

“Sehari sebungkus, tau sih kalo ngerokok tuh bikin boros, tapi gimana ya.. udah jadi kebutuhan pengen berenti tapi belum bisa”

Malik, 20 Tahun

-----

Firman, Rizky dan Malik merupakan salah satunya yang ingin mencoba berhenti merokok. Mereka menyadari akan kebiasaan mereka yang terlihat sangat boros dan merugikan lingkungan sekitar. Dari cerita di atas mereka sendiri sebenarnya hanyalah seorang pelajar/mahasiswa yang menyisihkan uang jajan mereka untuk sebungkus rokok. Mereka sudah sempat merasakan bagaimana sangat borosnya menjadi perokok tapi mereka tetap memaksakan untuk membeli rokok, karena rokok sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari mereka. Sejak awal mereka hanya mencoba-coba, mereka berfikir uang jajan perbulan tidak akan berpengaruh dengan pengeluaran rokok itu. Tapi, setelah kian lama menyadari justru sebaliknya, mereka menjadi kecanduan terhadap rokok dan tidak bisa berhenti, pada intinya mereka akan semakin implusif untuk membeli sebungkus lagi.

Seperti yang diketahui bahwa pemerintah berencana bakal menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga eceran rokok sebesar 35 persen tahun 2020 mendatang. Pastinya bagi perokok, tentu kenaikan tersebut akan mempengaruhi pada keuangan mereka. 

Apakah mereka sadar, jika mengurangi candu rokok yang biasanya per hari bisa membeli satu atau dua bungkus dan ketika berhenti atau porsi merokoknya berkurang akan terasa pada kondisi keuangannya? Menurut Centers for Disease Control and Prevention, biaya rata-rata sebungkus rokok adalah Rp 17.368, yang berarti kebiasaan sehari-hari membuat Anda kembali Rp 538.408 per bulan atau Rp 6.339.320 per tahun. Sepuluh tahun merokok Anda menghabiskan uang sekitar Rp 63.393.200.

Kondisi ini jelas membuat mereka menjadi semakin berpikir untuk bertekad mengurangi rokok. Sebenarnya hal-hal yang terlihat kecil seperti mengurangi konsumsi rokok perhari pun bisa mengubah kebiasaan rokokmu. 

Misalnya kamu adalah perokok aktif yang sering membeli satu bungkus rokok dengan harga kisaran Rp 17.368/bungkus per hari. Jika kamu membeli rokok tiap 1 hari 1 bungkus maka secara hitungan kamu membeli 30 bungkus rokok dalam sebulan. Yang artinya dalam sebulan anda menghabiskan sekitar 521.040. Padahal dengan nilai uang yang sama, itu bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain yang lebih penting.

Selain menjadi boros, merokok juga sangat mengganggu lingkungan sekitar apalagi pada kesehatan. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization), rokok adalah penyebab kenaikan angka kematian di dunia setiap tahun. Dalam sebungkus rokok mengandung kurang-lebih 4.000 zat kimia yang dapat merusak sel dan sistem dalam tubuh. 

Beberapa kandungan di dalam rokok ada kandungan yang berbahaya yang belum di ketahui oleh banyak orang. Seperti, Asam Asetat yang digunakan untuk pembersih lantai, Naptalin biasa ditemukan di bola pewangi/kapur barus, ada juga kandungan Polonium yang merupakan zat radioaktif yang sangat berbahaya apabila mengenai tubuh melalui pancaran radiasinya. Kandungan ini biasanya dijumpai pada bahan bahan nuklir. Dan masih banyak lagi.

Coba bayangkan saat kamu menjadi perokok aktif saja sudah menjadi sangat boros, ditambah dengan biaya kesehatan yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk diri sendiri. Sangat disayangkan jika kamu harus mengeluarkan biaya dua-kali dalam hidupmu dengan pengeluaran yang tidak sedikit.

Dengan tidak merokok, kamu tidak menambah beban biaya kesehatan di masa depan. Hal seperti ini memang pasti sangat sulit bagi seorang perokok aktif. Tapi, jika kamu berniat memiliki umur panjang, cobalah pelan-pelan dari mengurangi konsumsi rokokmu. Kamu tidak hanya memiliki umur yang panjang dengan berhenti merokok, juga menghemat pengeluaran tiap bulannya, dan pastinya juga bermanfaat uangnya. Uang yang tadinya dipakai untuk membeli rokok bisa dialihkan penggunaannya untuk membeli barang-barang lain yang lebih berguna seperti, investasi, asuransi, dan barang barang yang diinginkan.

image0

Permasalahan rokok memang banyak mengundang Pro dan Kontra tapi perlu diingat lagi untuk kamu yang kecanduan merokok memang sangat sulit untuk berhenti, tetapi memulai dengan mengurangi bukanlah suatu hal yang tidak salah untuk dicoba. Mengganti budget merokok-mu untuk ditabung atau untuk hal yang lebih baik dan berguna. Maka sudah di pastikan kamu akan merasa lebih bahagia, lebih sehat bahkan lebih berlimpah karena kantong pun hemat. Hidupmu, kamu yang menentukan, Jaga finansialmu di masa depan dengan berhenti merokok!

 

 

----------------
Shelly Amanda Tania adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...