Ragu Cukur Bulu Kemaluan? Begini Penjelasan Ahli Kulit

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Ragu Cukur Bulu Kemaluan? Begini Penjelasan Ahli Kulit Ilustrasi: Freepik
Winnetnews.com - Banyak wanita yang merasa ragu dan takut untuk mencukur bulu kemaluan. Selain takut membayangkan pisau cukur di daerah miss V, mencukur bulu kemaluan dengan teknik yang salah dapat memicu infeksi.

Mencukur bulu kemaluan disebut oleh spesialis kulit dr. I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK dari D&I Skin Centre sebagai hal yang boleh dilakukan. Namun ia menekankan para wanita untuk berhati-hati ketika melakukannya agar tidak menimbulkan luka.

Jika dirawat dengan baik dan benar, rambut kemaluan sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah dan gangguan kesehatan. “Area yang bermabut memang terkadang terasa lembap, terutama saat kita berkeringat banyak. Area ini harus rutin dibersihkan ketika mandi. Ketika mencukur pun harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai melukai area tersebut dan jangan memotong terlalu pendek,” kata dr. Nyoman, dikutip dari Detik Health.

Selain itu, dr. Nyoman juga menekankan penggunaan beberapa tekik dalam mencukur bulu kemaluan, seperti teknik plucking, waxing, shaving, hingga laser. Tiap teknik mencukur memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

“Kalau orang habis removing public hair harus menjaga kebersihan dengan mengoleskan krim antibiotik. Krim ini berguna untuk meredakan foikel kulit tambut yang terbuka selepas dicukur. Krim ini juga berfungsi untuk menghilangkan jerawat yang bisa muncul saat rambut kemaluan usai dicukur,” tandasnya.

Apa Reaksi Kamu?