Rahmat Effendi Akan Ambil Alih Pasar Baru Bekasi

Rahmat Effendi Akan Ambil Alih Pasar Baru Bekasi

WinNetNews.com -  Pengelola Pasar Baru Bekasi Timur sepertinya sudah mulai tidak peduli dengan kondisi pasar. Hal ini yang menyebabkan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, berniat mengambil alih kembali pengelolaan Pasar Baru Bekasi Timur. PT Bangun Prima Lestari Kencana dinilai tidak maksimal dalam mengelola pasar.

"Kita mendapat laporan dari masyarakat dan pedagang di Pasar Baru bahwa pihak pengelola pasar tersebut sudah acuh terhadap mereka," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

"Dari Jalan Moh Yamin (samping Pasar Baru) masih terlihat Pedagang Kaki Lima (PKL) ilegal yang menggelar barang dagangannya dan mengganggu fungsi pengguna jalan, ditambah lahan parkir yang sembarangan terutama kendaraan bermotor yang menghalangi jalan arah Terminal Bekasi," katanya.

Kini sebanyak 700 pedagang liar mengisi bahu jalan untuk berjualan. Mereka berjualan sayur, pakaian, buah dan sembako. Inilah yang menjadi penyebab penyempitan ruang untuk pejalan kaki. 

"Saya menginstruksikan pada Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Perekonomian Rakyat agar bahu jalan tidak lagi dipakai berjualan di sisinya. Nanti jika sudah dikelola Pemerintah kembali, pedagang harus ada di dalam lokasi Pasar Baru," katanya.

Rahmat Effendi juga menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk memanfaatkan kembali lahan kosong untuk digunakan sebagai area parkir.

"Padahal kosong, tetapi banyak motor di pinggir jalan, kembalikan fungsinya untuk Dinas Perhubungan," katanya.

Beberapa ketidakpedulian pengelola Pasar Baru Bekasi Timur seperti pengelola acuh terhadap minimnya pasokan listrik bagi pedagang di blok penjualan daging sapi maupun ayam. Hingga listrik di Blok II itu diputus oleh PT PLN karena pihak pengelola yang diketahui menunggak pembayaran tagihan hingga Rp430 juta.

"Ini terkait masalah pembayaran listrik yang dari pengelolanya tidak berkoordinasi dengan para pedagang," katanya.

"Kita minta pengelola untuk menalangi terlebih dahulu tunggakan listrik. Dananya, nanti bisa dibebankan kepada pemilik kios dengan cara dicicil," katanya.