Skip to main content

Raja dan Sultan Dilarang Bawa Senjata Pusaka Saat Penutupan FKN

ilustrasi
ilustrasi

WinNetNews.com - Presiden RI Joko Widodo dipastikan bakal menutup acara Festival Keraton Nusantara (FKN) XI di Kota Cirebon pada Senin (18/9/2017) besok.

Untuk bisa hadir dan bertatap muka dengan Jokowi pada acara penutupan FKN XI yang digelar di Taman Gua Sunyaragi, raja dan sultan se-Nusantara dikenakan beberapa syarat.

Dikatakan Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin, raja dan sultan yang akan hadir pada penutupan acara FKN XI nanti diwajibkan menanggalkan senjata tajam dan benda pusakanya. Hal itu sesuai dengan standar persyaratan dalam pengaman presiden.

"Walaupun ini FKN, kita harus menjalankan standar pengamanan. Raja dan sultan tidak boleh membawa senjatanya, seperti keris, tongkat, sangkur dan lainnya. Benda pusaka raja pun tidak diperkenankan untuk dibawa," kata Veri usai memberikan arahan kepada raja dan sultan di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (17/9/2017).

Selain senjata dan benda pusaka para raja dan sultan, pengawal atau staf pribadi sultan pun tidak diperkenankan untuk hadir. Dikatakan Veri, hal tersebut dikarenakan lokasi acara penutupan sangat terbatas.

"Tentu aturan ini karena adanya keterbatasan tempat. Selain itu, undangannya juga terbatas. Kita juga mengimbau para raja dan sultan diwajibkan untuk memakai identitas VVIP," katanya.

Prosesi perayaan penutupan FKN XI yang rencananya bakal dimeriahkan dengan menyalakan kembang api. Namun, Veri meminta agar panitia membatalkan prosesi tersebut. Ia juga mengatakan sebanyak 1200 personil gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan presiden, termasuk menerjunkan penembak jitu.

"Kita sudah cek lokasi, termasuk untuk rute yang bakal dilintasi Pak Presiden pun akan kita sebar personil keamanan. Kalau untuk penyalaan kembang api itu kita batalkan karena dianggap berisiko, khawatir mengganggu ketertiban," ucapnya. (detikcom)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top