Skip to main content

Rakyat Harus Optimistis

Rakyat Harus Optimistis
Rakyat Harus Optimistis

PELEMAHAN rupiah yang kemarin menembus level 14.000 per dolar AS membuat Presiden Joko Widodo perlu mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap perekonomian nasional.

"Kalau kita terseret arus melambatnya, itu nggak benar. Semua pemberitaan harus menimbulkan sikap optimistis. Jangan sebaliknya, pesimistis," kata Presiden seusai membuka Musyawarah Nasional Ke-9 MUI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, kemarin.

Pelemahan rupiah tersebut, lanjut Presiden, tidak hanya dihela faktor domestik, tetapi juga dunia seperti kenaikan suku bunga The Fed dan devaluasi yuan.

Kemarin, rupiah kembali melemah 36 poin menjadi 14.024 per dolar AS dari posisi Senin (24/8) sebesar 13.988. Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengakui investor masih mencermati langkah The Fed yang akan menaikkan suku bunga.

image0

Sebaliknya, indeks harga saham gabungan menguat 64,77 poin, atau 1,56%, menjadi 4.228,50 jika dibandingkan dengan Senin (24/8) pada posisi 4.163,72. Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo mencermati banyaknya investor memborong saham BUMN sebagai pemacu terkereknya indeks.

Sinyal positif

Selain berharap akan optimisme masyarakat, Jokowi mengingatkan pemerintah daerah agar selekasnya menyerap belanja modal untuk menggerakkan perekonomian. Salah satu jaminan Presiden agar para kuasa pengguna anggaran tidak takut menyerap Rp273,5 triliun dana transfer daerah ialah tidak akan menyeret mereka ke ranah hukum bila melakukan kesalahan administrasi. Mereka cukup diawasi aparat internal (Media Indonesia, 24/8).

Menkeu Bambang Brodjonegoro dalam acara Economic Challenges di Metro TV tadi malam menambahkan, serapan belanja modal kini sudah mencapai 50% sedangkan Juni masih sekitar 20%. "Pemerintah juga menyiapkan langkah lain untuk mengatasi perlambatan ekonomi, yakni mendorong ekspor industri pengolahan, tidak lagi komoditas.

"Di sisi lain, BI juga menerbitkan sejumlah instrumen untuk memperkuat rupiah. Selain intervensi valuta asing ke pasar keuangan, Bank Sentral membatasi pembelian dolar AS dari US$100 ribu menjadi US$25 ribu per orang per bulan.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Johnny G Plate menyambut baik pernyataan Presiden agar masyarakat optimistis menyikapi kondisi perekonomian. "DPR perlu bekerja sama dengan pemerintah agar gejolak tidak merambat ke persoalan lain."

Kepala BKPM Franky Sibarani berharap proyek konstruksi yang kini dikerjakan investor menjadi sinyal positif terkait dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini.

Franky mengatakan itu ketika meresmikan pengadaan mesin baru PT Bina Niaga Multiusaha di Bekasi, kemarin. Pabrik stainless steel strip itu mengekspor 70% produksinya ke AS, Inggris, dan Korea. "Ke depan akan dibangun lagi proyek di sektor ini seiring dengan naiknya permintaan di dalam negeri dan dunia."

Sementara itu, Taipei Economic and Trade Office (TETO) mendatangkan 100 pengusaha Taiwan ke Indonesia untuk menunjukkan berbagai produk industri.

Director of Economic Division TETO YC Tsai mengungkapkan dari total perdagangan Indonesia-Taiwan sebesar US$11,2 miliar pada 2014, Indonesia menikmati surplus US$3,5 miliar. "Di Taiwan hanya dua negara yang dibicarakan pengusaha, Indonesia dan India, sebagai tempat paling potensial berinvestasi. Saya optimistis besarnya minat kami berinvestasi di Indonesia."

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top