"Rakyat Sudah Capek dengan Kegaduhan Politik yang Membawa Agama"
Demonstrasi 22 Mei

"Rakyat Sudah Capek dengan Kegaduhan Politik yang Membawa Agama"

Jumat, 21 Jun 2019 | 21:05 | Daniel

Winnetnews.com - Persaudaraan Alumni 212 atau biasa disebut PA 212 berencana untuk melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi pada 28 Juni 2019 atau bertepatan dengan keputusan MK soal hasil sidang sengketa Pilpres 2019.

Rencana aksi tersebut mendapatkan tanggapan dari Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah, Azyumardi Azra. Ayzumardi menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri dan menyarankan agar tidak menggelar aksi pada saat keputusan MK dibacakan pada 28 Juni nanti.

Alasan Ayzumardi menolak aksi di depan Gedung MK tersebut adalah karena berpotensi menimbulkan kegaduhan dan kekerasan. Selain itu, menurutnya, rakyat sudah Lelah dengan kegaduhan politik yang membawa agama.

“Agar semua pihak menunggu keputusan MK dengan damai. Tidak perlu lagi memobilisasi massa untuk unjuk rasa yang bisa menimbulkan kegaduhan dan kekerasan,” ujar Ayzumardi seperti dikutip dari JPNN.

“Rakyat sudah capek dengan kegaduhan politik, apalagi dengan membawa agama. Sebaiknya berhenti memelintir istilah-istilah acara keagamaan untuk politik dan kekuasaan,” tambah Ayzumardi.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...