Ramai Dugaan 'Kartel Kremasi', DPRD DKI: Tembak Mati Pelaku
Ilustrasi kremasi jenazah pasien Covid-19 (Foto: ANTARA)

Ramai Dugaan 'Kartel Kremasi', DPRD DKI: Tembak Mati Pelaku

Rabu, 21 Jul 2021 | 09:10 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mennggpi soal dugaan adanya praktik kartel kremasi di tengah pandemi Covid-19. Ia meminta kepada kepolisian agar pihak yang mengambil keuntungan di tengah kondisi krisis seperti sekarang harus ditindak tegas.

"Saya minta kepada Kapolda pernah saya bicara dengan Pak Kapolda hal-hal seperti itu lebih jahat daripada narkoba, lebih jahat dari korupsi, tembak mati aja saya bilang gitu," kata dia kepada wartawan, Senin (19/7).

Sebelumnya, ramai diperbincangkan di media sosial mengenai kesaksian seorang warga yang mengaku diminta uang puluhan juta oleh oknum Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk jasa mengkremasi keluarganya yang meninggal karena Covid-19.

Edi mengingatkan bahwa Jakarta saat ini tengah dalam kondisi luar biasa atau force majeure akibat pandemi Covid--19. Tak hanya kartel kremasi yang coba memanfaatkan kesempatan, ia juga menyinggung banyaknya kartel obat.

"Saya minta tolong kepada para pengusaha sadar dirilah, kondisi republik ini khususnya Jakarta memang sedang force majeure, tiap hari juga kita sensitif sekali ambulans pakai APD meninggal dunia," kata dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...