Rancang Peta Induk Wisata, ini Strategi Wishnutama
Foto: Timlo.net

Rancang Peta Induk Wisata, ini Strategi Wishnutama

Jumat, 21 Feb 2020 | 18:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, meminta Badan Informasi Geospasial (BIG) membuat dan menyediakan peta induk wisata seluruh wilayah Indonesia. Peta akan digunakan sebagai data untuk penyusunan Rencana Induk Pariwisata Nasional Terpadu dengan tujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata.

"Ternyata selama ini Kemenperekraf belum punya peta induk khusus pariwisata, padahal peta itu sangat penting karena datanya akan digunakan untuk penyusunan rencana induk pariwisata kita," kata Menteri Wishnutama, di Kantor BIG, Cibinong. Kamis (20/2/2020), seperti dilansir Tempo.co, Jum’at (21/2/2020).

Dia mengatakan, peta induk pariwisata itu akan memuat di dalamnya data daerah-daerah baik darat, laut, dan kepulauan sebagai destinasi wisata baru Indonesia. Termasuk juga potensi rawan bencana.

"Data itu sangat penting, karena dalam pemetaan bukan hanya menyediakan lokasi objek wisatanya, tapi juga keindahan, lokasi rawan bencana, dan jalur evakuasi," kata dia.

Menurut Wishnutama, banyak persoalan di bidang pariwisata termasuk peluang pemanfaatan informasi geospasial untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia yang akan dipetakan oleh BIG.

“Saya menyadari bahwa pariwisata tidak bisa stand alone, diperlukan dukungan dari kementerian dan lembaga lain,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, peran BIG sangat strategis untuk membantu memahami sekaligus menyusun Rencana Induk Pariwisata Nasional Terpadu yang ditargetkan selesai sebelum ulang tahun ke-75 RI. Wisnutama mencontokan potensi wisata yang ada di wilayah Bintan dan Belitung telah terhubung dengan Bandara Internasional Changi.

Dia menyebut, seharusnya dua daerah itu bisa lebih cepat maju dan menyerap wisatawan mancanegara.

"Jika dalam pemetaanya bisa maksimal maka akan jauh lebih efisien dibanding membangun kawasan wisata baru yang masih memiliki banyak pekerjaan rumah," tambah Wishnu.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik di Badan Informasi Geospasial, Antonius Bambang Wijanarto, mengatakan selama ini BIG belum pernah diminta oleh Kementerian Pariwisata untuk membuat peta yang dimaksud.

"Data-data yang diminta oleh Pak menteri sebenarya menurut kami dari BIG sangat simple namun baru sekarang diminta," ujarnya.

Antonius mengakui, peta akan memberikan gambaran lebih dalam tentang bagaimana perubahan pemanfaatan ruang akan berdampak pada pola kehidupan masyarakat hingga tingkat kesejahteraannya. Dalam pemetaan nanti, dia menambahkan, juga bisa memberi acuan pembangunan wisata yang berkrlanjutan karena akan masuk di dalamnya lokasi rentan bencana dan rute mengakses setiap lokasi wisata.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanuddin Zainal Abidin. Menurutnya, BIG terbiasa bekerja di balik layar menyediakan informasi geospasial yang dimanfaatkan oleh berbagai kementerian dan lembaga.

Saat ini, Hasanuddin mengungkapkan, Badan Informasi Geospasial terlibat dalam Kebijakan Satu Peta (KSP).

“Perpres KSP yang baru akan mengakomodasi tambahan tema dari 85 peta tematik yang telah terintegrasi sehingga dapat memperkaya analisis pemanfaatan ruang,” pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...